Sebagian besar dari kita pasti dapat merasakan dampak destruktif dari diskriminasi gender, pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di sekitar kita. Jika kita melihat dari kacamata historis, kita akan tahu kalau perilaku seksisme lahir dari "standar emas" maskulinitas yang beracun (toxic masculinity).
Lebih lanjut, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Counseling Psychology mengonfirmasi kalau tekanan untuk berpegang teguh pada tuntutan maskulinitas tradisional dapat menjadi masalah mental bagi para seksis.
Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 20.000 pria, para peneliti menemukan fakta kalau ada tiga sifat yang mendorong seorang pria untuk menyakiti wanita. Tiga sifat itu termasuk dominasi atas wanita, kemandirian yang luar biasa, dan dorongan untuk menjadi seorang playboy.
Tentunya, ketiga sifat di atas memperlihatkan perilaku sosial yang disfungsional dan kondisi mental yang rapuh. Parahnya lagi, sifat-sifat yang berbahaya ini akan memicu kekerasan dan situasi tidak menyenangkan lainnya, di mana lambat laun hal tersebut akan membuat seorang seksis semakin terisolasi dari masyarakat modern.
Namun ironisnya, kebanyakan pria seksis tidak akan berubah. Dalam prosesnya, mereka mungkin akan mencari pembenaran yang bertentangan dengan norma sosial untuk membuktikan kalau pria yang ideal itu adalah pria yang mandiri dan kurang emosional.
Ketika ia semakin terisolasi dan terdesak, pria seksis akan cenderung untuk "menghancurkan" orang lain disekitarnya (terutama wanita) dan mencari pria yang berpikiran sama dengannya untuk membuktikan kalau hal yang mereka lakukan itu benar. Jelas sekali kalau efek ini adalah sebuah "lingkaran setan" yang sulit untuk dihapuskan.
Ada reaksi psikologis yang mungkin terdengar familier buatmu? Bagaimana, apakah kalian pernah melihat atau merasakan salah satunya?