Saat membayangkan cumi-cumi menyemprotkan tinta hitam di laut, banyak orang langsung mengaitkannya dengan adegan melarikan diri. Gambaran ini memang tidak salah, karena tinta cumi dikenal sebagai alat pertahanan diri. Namun, fungsi tinta tersebut ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar mengaburkan pandangan predator. Di balik semburan gelapnya, ada mekanisme biologis yang cukup canggih. Tinta cumi adalah hasil evolusi panjang untuk bertahan hidup. Fakta ini membuatnya lebih menarik daripada sekadar “asap pelarian” di bawah laut.
Cumi-cumi hidup di lingkungan yang penuh ancaman. Predator bisa datang dari berbagai arah tanpa peringatan. Dalam situasi seperti itu, pertahanan instan menjadi sangat penting. Tinta yang mereka keluarkan bukan hanya soal warna hitam pekat. Ada komposisi kimia dan strategi perilaku yang ikut bekerja. Semua itu membuat tinta cumi punya peran lebih dari yang kita kira. Berikut tujuh fakta menariknya.
