Patung marmer yang menggambarkan filsuf Yunani kuno Aristoteles (unsplash.com/Tzenik)
Dilansir Ensiklopedia Telkom University, peradaban Yunani Kuno adalah fondasi bagi kehidupan modern yang berkembang pesat sejak abad ke-8 SM. Peradaban ini sangat istimewa karena melahirkan sistem pemerintahan demokrasi di Athena, serta pemikiran filsafat besar dari tokoh-tokoh seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles yang masih dipelajari hingga kini. Selain dikenal melalui peninggalan megah seperti kuil Parthenon dan seni patung yang sangat detail, sejarah mereka juga abadi melalui karya sastra legendaris seperti Iliad dan Odyssey karya Homer yang menceritakan tentang pahlawan dan mitologi dewa-dewi.
Meskipun secara politik sempat terbagi dalam negara-kota yang mandiri seperti Athena dan Sparta, masyarakat Yunani disatukan oleh budaya, teater, dan kecintaan pada diskusi di alun-alun. Kontribusi mereka dalam bidang logika, sains, dan kesenian sangat mendalam sehingga Yunani dinobatkan sebagai peletak dasar peradaban Eropa. Walaupun akhirnya ditaklukkan oleh Romawi pada abad ke-2 SM, warisan budayanya tidak pernah hilang karena diadopsi oleh bangsa Romawi dan terus memengaruhi dunia hingga saat ini.
Yunani merupakan fondasi peradaban modern karena menjadi asal-usul sistem demokrasi, filsafat, dan sains yang kita gunakan saat ini. Karakter bangsanya yang cerdas dan tangguh terbentuk oleh kondisi alam yang unik. Dengan kekayaan sejarah dan pemikirannya, memahami Yunani berarti sama dengan mempelajari akar kecerdasan serta tatanan sosial dunia yang menjadi warisan berharga bagi umat manusia hingga sekarang.