Revolusi Industri adalah periode di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 ketika perubahan besar dalam pertanian, manufaktur, dan transportasi memiliki efek mendalam pada kondisi sosial, ekonomi dan budaya di Inggris dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Proses ini adalah awal mula dari industrialisasi di berbagai negara.
Awal Revolusi Industri menandai titik balik utama dalam sejarah sosial manusia, sebanding dengan penemuan pertanian atau kebangkitan negara-kota pertama, karena hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dan masyarakat akhirnya dipengaruhi dalam beberapa cara.
Penyebab Revolusi Industri tetap menjadi topik perdebatan hingga saat ini, dan beberapa sejarawan melihat peristiwa ini sebagai hasil dari perubahan sosial dan kelembagaan yang dibawa saat berakhirnya feodalisme di Inggris setelah Perang Saudara Inggris pada abad ke-17.
Ketika kontrol nasional menjadi lebih efektif, penyebaran penyakit berkurang, epidemi yang umum terjadi pada masa sebelumnya pun dapat dicegah. Persentase anak-anak yang hidup melewati masa bayi naik secara signifikan, yang mengarah ke tenaga kerja yang lebih besar.
Satu pertanyaan besar dari para sejarawan adalah, mengapa revolusi industri terjadi di Eropa (khususnya Inggris) dan bukan di bagian lain dunia pada abad ke-18, khususnya Cina, India, dan Timur Tengah, atau di waktu lain seperti di Zaman Kuno Klasik atau Abad Pertengahan.