Apa kamu pernah mendengar tentang wabah menari? Meski terdengar unik dan aneh, nyatanya wabah ini pernah terjadi di Eropa pada Juli 1518, seperti ditulis dalam laman History. Kejadian misterius tersebut diikuti oleh banyak warga di Kota Strasbourg, Prancis. Dulu, kota kecil tersebut masih berada di bawah kekuasaan Kaisar Romawi Suci.
Nah, bagaimana awal mula menari massal ini terjadi? Mulanya, seorang perempuan bernama Frau Troffea menuju ke tengah jalan dan langsung memutar tubuhnya diikuti dengan gerakan tarian tanpa suara. Dia menari sendiri selama beberapa hari yang akhirnya diikuti oleh warga-warga lainnya.
Satu bulan setelahnya, wabah tarian tersebut telah melibatkan ratusan orang yang menari dan berdansa setiap harinya. Bahkan, beberapa orang meninggal akibat stroke, kelelahan, dan serangan panas. Tak cukup sampai di situ, warga bahkan menyewa grup pemusik untuk meningkatkan gairah menari mereka secara liar.
Akhirnya, wabah tersebut mereda pada September. Banyak warga yang mendatangi sebuah kuil di puncak gunung dan meminta pengampunan. Pertanyaan terbesarnya adalah mengapa bisa muncul wabah aneh yang menyebabkan banyak orang menari? Apa sebenarnya wabah ini? Di zaman itu, tentu ada banyak anggapan yang berkaitan dengan mistis dan takhayul.
Namun, tidak bagi sains karena kejadian aneh tersebut dapat dijelaskan secara gamblang. Sebuah studi dan penelitian yang dicatat dalam laman Scientific American menjelaskan bahwa wabah menari berkorelasi dengan penyakit psikogenik massal. Penyakit mental ini mirip dengan depresi akut yang mengakibatkan banyak orang bereaksi terhadap sebuah pemicu yang sama.
Nah, menurut data yang didapatkan di masa lalu di kota tersebut, wabah menari pernah terjadi beberapa kali. Wabah tersebut selalu memiliki penyebab atau pemicu yang sama, yakni stres dan tekanan psikologis akibat kondisi kelaparan, kemiskinan, hilang harapan, dan berbagai hal yang dirasa menyiksa warga kota pada saat itu.
Mengapa harus menari? Itu karena menari dan berdansa merupakan produk budaya yang kental yang ada di kota itu selama berabad-abad lamanya, apalagi warga kota juga memiliki kepercayaan yang kuat bahwa menari adalah salah satu jalan yang akan membebaskan mereka dari kemiskinan. Jadi, sugesti dan penyakit mental lebih terlihat dalam fenomena aneh ini.