Anti-Semitisme dalam Soviet memang menjadi "warisan" dari era Tsar, dan anti-Semitisme komunis dapat ditelusuri kembali ke Karl Marx sendiri yang dengan tegas menghubungkan Yudaisme dengan keserakahan dan eksploitasi. Di kemudian hari, kefanatikan ini menjadi sangat erat dengan kampanye anti-Zionis selama rezim Soviet.
Menurut Fathom Journal, ada organisasi resmi yang disebut Komite Anti-Zionis Publik Soviet yang secara eksplisit menyatakan bahwa Zionis telah menjadi kolaborator dengan Nazi, memungkinkan genosida di Eropa Timur dan sengaja melebih-lebihkan korban Yahudi selama perang.
Meskipun secara publik pemerintah Soviet membuat perbedaan antara Zionisme dan Yahudi, pada kenyataannya ada diskriminasi institusional. Sama seperti rezim Nazi, orang Yahudi dicegah untuk memegang pekerjaan tertentu dan sering dikambinghitamkan dalam perburuan politik.
Selain itu, sebagai bagian dari kampanye anti-agama Soviet, kepercayaan Yahudi sering menjadi sasaran di samping kepercayaan agama lain. Setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, setiap warga negara Yahudi-Soviet yang mengajukan imigrasi ke Israel ditolak izin dan dianggap musuh rakyat.
Orang-orang ini, "Refuseniks," harus menghadapi konsekuensi sosial dan hukum yang parah, dengan banyak orang dipenjara selama bertahun-tahun.
Nah, itu tadi 8 fakta mengerikan tentang rezim Uni Soviet yang wajib kamu ketahui. Perlu diketahui kalau rezim Uni Soviet adalah salah satu rezim paling otoriter dan kejam sepanjang sejarah.