Bagaimana cara peneliti mengetahui partikel mikroskopis ini berbahaya bagi manusia atau tidak? Mereka menggunakan organisme air kecil bernama daphnia magna, sejenis kutu air. Ini adalah organisme yang sering digunakan dalam studi lingkungan, laman Independent menjelaskan.
Setelah terpapar partikel mikroplastik dan nanoplastik, kutu air ini masih hidup. Tetapi, mereka menunjukkan kelainan anatomi dan perilaku. Temuan ini berpotensi mengkhawatirkan, namun perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana efeknya pada manusia.
Atas temuan ini, banyak merek teh yang berlomba-lomba menyajikan kemasan yang ramah lingkungan. Seperti Clipper, salah satu merek teh terbesar di Inggris, yang meluncurkan kantong teh bebas plastik yang terbuat dari pisang pada tahun 2018 silam.