Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Alasan Ilmiah Mengapa Anjing Dikenal Sebagai Hewan Setia
ilustrasi makanan anjing (unsplash.com/Camylla Battani)
  • Anjing dikenal setia karena naluri sosial turun-temurun dari serigala yang membuatnya loyal pada pemimpin kelompok, yaitu pemiliknya.
  • Kemampuan mengenali wajah dan suara pemilik serta respons emosional positif memperkuat hubungan antara anjing dan manusia.
  • Hormon oksitosin serta kemampuan membaca emosi manusia menjadikan anjing peka, penuh empati, dan selalu hadir mendampingi pemiliknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Anjing telah lama dikenal sebagai hewan peliharaan yang memang menunjukkan tingkat kesetiaan luar biasa pada pemiliknya, bahkan pada situasi yang sulit sekali pun. Kesetiaan ini bukan hanya terlihat emosional, namun juga didukung oleh fakta biologis dan perilaku sosial yang seolah membentuk hubungan kuat antara anjing dengan manusia.

Ada banyak penelitian dalam bidang ekologi atau ilmu perilaku hewan yang membuktikan bahwa anjing ternyata mampu membentuk adanya ikatan sosial yang cukup mendalam, sehingga hubungannya mirip antara manusia satu sama lain. Oleh sebab itu, simaklah beberapa alasan ilmiah berikut ini mengapa anjing kerap disebut sebagai hewan setia, sehingga membuat mereka jadi sering dianggap sebagai bagian dari keluarga.

1. Anjing memiliki naluri sosial yang tinggi

ilustrasi anjing dan pemiliknya (unsplash.com/Eric Ward)

Sebagai keturunan dari serigala, ternyata anjing mewarisi naluri untuk hidup dalam kelompok dan membentuk adanya hierarki sosial yang cukup kuat. Pada kehidupan rumah tangga justru pemilik dianggap sebagai pemimpin dalam kelompoknya, sehingga anjing kerap menunjukkan loyalitas secara naluriah untuk tetap menjaga dan juga mengikuti pemimpinnya.

Naluri yang dimiliki anjing membuatnya jadi terus ingin berada dekat dengan manusia yang memang dianggap sebagai bagian dari kelompoknya, bahkan pada saat mereka berada di situasi yang berbahaya sekali pun. Mereka akan cenderung melindungi pemiliknya dan juga menolak untuk meninggalkannya, sehingga hal ini dijadikan sebagai bentuk kesetiaan yang berasal dari struktur sosial.

2. Mampu mengenali, mengingat wajah, serta suara pemiliknya

ilustrasi anjing dan pemiliknya (pexels.com/cottonbro studio)

Anjing ternyata memiliki kemampuan kognitif yang luar biasa, sehingga memungkinkan mereka untuk bisa mengenali wajah dan juga suara orang-orang yang akrab dengannya, khususnya pemiliknya. Hal ini ternyata terbukti melalui eksperimen pencitraan otak yang menunjukkan adanya aktivitas tinggi terjadi pada bagian otak anjing, khususnya ketika melihat wajah pemiliknya.

Tidak heran apabila pengakuan tersebut bukan hanya sebatas visual dan suara saja, namun juga menyangkut respons emosional positif yang memang membuat anjing jadi merasa nyaman pada saat berada di dekat pemiliknya. Tidak heran apabila anjing sering merespons dengan cara yang lebih kuat terhadap pemiliknya jika dibandingkan dengan orang asing.

3. Ikatan emosional terbentuk melalui hormon oksitosin

ilustrasi anjing pudel (unsplash.com/Gabriel Crismariu)

Pada saat anjing berinteraksi dengan manusia, entah itu melalui sentuhan, tatapan mata, atau belaian, maka tubuh mereka akan secara otomatis melepaskan hormon oksitosin, yaitu zat kimia yang sama yang dapat memperkuat ikatan orang antara orangtua dan anak. Proses ini ternyata terjadi dua arah artinya baik anjing atau pun manusia sama-sama mengalami peningkatan emosional secara biologis.

Hormon oksitosin bisa memicu rasa aman nyaman dan terhubung secara sosial, sehingga hal inilah yang pada akhirnya memperkuat kesetiaan antara anjing dengan pemiliknya. Tidak heran apabila anjing dianggap bisa sangat merindukan atau pun bahagia pada saat bertemu kembali dengan pemiliknya setelah berpisah lama.

4. Anjing menyesuaikan diri dengan rutinitas dan emosi manusia

ilustrasi anjing chihuahua (pexels.com/musicFactory lehmannsound)

Anjing ternyata mampu membaca rutinitas dan kondisi emosional yang dimiliki oleh seseorang, sehingga mereka pun bisa tahu kapan harus hadir untuk memberikan dukungan emosional tersebut. Anjing biasanya dapat merasakan perbedaan dari suasana hati manusia melalui bahasa tubuh, ekspresi wajah, hingga nada suara yang ditunjukkan.

Tidak heran apabila anjing biasanya akan cenderung hadir pada saat pemiliknya merasa sedih atau pun stress, serta tetap berusaha setia mendampingi dalam situasi apa pun. Mereka bukan hanya sebatas hewan peliharaan, namun juga bisa menjadi teman dalam melakukan berbagai aktivitas.

Kesetiaan anjing bukanlah sekadar mitos belaka, namun juga sudah terbukti secara ilmiah. Ikatan antara manusia dan anjing ternyata merupakan bentuk dari relasi lintas spesies yang kuat dan juga penuh dengan makna bagi banyak orang. Anjing bukan hanya sekedar hewan peliharaan, namun merupakan bagian dari keluarganya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team