Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Kenapa Kucing Saling Menggigit Leher, Normal atau Berbahaya?
Kucing gigit leher (pexels.com/Arina)
  • Perilaku kucing saling menggigit leher umumnya normal dan bisa menjadi bagian dari permainan, latihan berkelahi, atau komunikasi sosial antar kucing.
  • Gigitan leher juga muncul sebagai bentuk dominasi, pertahanan wilayah, serta perilaku kawin yang membantu menjaga posisi dan ketenangan pasangan.
  • Naluri predator dan kebiasaan sejak kecil membuat kucing terus meniru gerakan menggigit leher tanpa niat agresif selama tidak ada luka atau tanda stres.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu kebiasaan unik kucing yakni tiba-tiba melompat ke punggung kucing lainnya, mencengkram leher, dan menahannya beberapa saat. Perilaku ini mungkin tampak agresif pada awalnya, tetapi dalam banyak kasus, ini adalah perilaku kucing yang sepenuhnya normal. Jadi, jangan panik dulu kalau kucingmu saling gigit leher.

Gigitan leher ini bisa diartikan ke dalam banyak hal. Sebagai pemilik kucing tentu harus paham kapan sebaiknya ikut campur untuk memisahkan dua kucing tersebut atau justru membiarkan mereka saling menggigit sampai puas. Nah, adanya artikel ini akan menjawab alasan mengapa kucing sering menggigit leher satu sama lain.

1. Bermain dan belajar berkelahi

Kucing gigit leher (pexels.com/Vladimir)

Anak kucing senang sekali bermain atau berkelahi dengan keluarga, kucing lain, mainan di sekitarnya. Bermain adalah kesempatan fantastis bagi anak kucing untuk meniru dan mencoba berbagai perilaku, sekaligus memungkinkan mereka untuk menguji batasan dan berkomunikasi dengan teman sebaya dan keluarga.

Lebih dari itu, anak kucing juga mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilan berkelahi dan berburu mereka dengan cara menggigit leher lawannya. Ketika kucing saling menggigit leher, mereka kemungkinan juga menerkam dan berguling-guling. Selain itu, kucing yang di gigit di leher memberikan umpan balik langsung tentang apa yang boleh dan apa yang tidak. Alih-alih kesakitan, proses bermain dan belajar berkelahi dengan cara menggigit leher justru lebih mengasyikkan bagi mereka.

2. Dominasi dalam mempertahankan hierarki

Kucing gigit leher (pexels.com/Fred)

Kucing jantan telah mempelajari semua yang perlu dia ketahui tentang berkelahi melalui permainan, tetapi ketika dia mencapai kematangan seksual, pandangannya terhadap dunia sedikit berbeda. Kucing jantan menjadi lebih petualang dan mulai menandai wilayahnya. Namun, tidak semua kucing di sekitarnya akan menunjukkan perilaku ramah, beberapa kucing justru terlihat agresif.

Dalam hal ini, masalah yang paling umum adalah kucing kamu tumpang tindih dengan wilayah kucing lain. Salah satu kucing tentu akan mempermasalahkannya. Selain itu, kucing juga sering menunjukkan dominasi terhadap ruang, makanan, kotak pasir, dan mainan. Ketika kucing jantan saling menggigit, itu adalah bagian dari ekspresi dominasi mereka atas kucing lain yang memperebutkan ruang dan makanan yang sama. Hal ini umum terjadi ketika kucing berkelahi di luar rumah.

3. Perilaku kawin

Kucing gigit leher (pexels.com/Ahmet)

Saat kucing kawin, kucing jantan tampak dominan terhadap kucing betina. Kucing jangan seringkali memegang kendali penuh dengan cara menaiki kucing betina dan menggigit lehernya untuk menahan agar tetap diam. Perilaku ini tidak akan membahayakan kucing betina, dan melindungi kucing jantan ketika ia paling rentan.

Gigitan di leher memiliki efek menenangkan pada kucing betina. Sama halnya seperti induk kucing yang mengangkat atau menggendong anak kucing di mulutnya. Faktanya, menggendong anak adalah contoh lain di mana gigitan kucing di leher tidak dimaksudkan untuk menyebabkan bahaya.

4. Naluri predator

Kucing gigit leher (pexels.com/Pet Foto)

Pernahkah kamu menyaksikan bagaimana kucing menunjukkan berbagai keterampilan berburu? Mulai dari mengintai secara diam-diam hingga menerkam dan menyerang mangsa. Dorongan kuat untuk melakukan ini bisa sangat melelahkan bagi mereka. Sejatinya, kucing diprogram untuk melumpuhkan mangsanya secepat mungkin. Oleh karena itu, menggigit leher target adalah cara yang paling efektif. Sejak usia muda, kucing terlibat dalam aktivitas bermain yang meniru gigitan mematikan yang dilakukan oleh kucing yang lebih besar di alam liar untuk memutus sumsum tulang belakang mangsanya. Saat kucing bermain, mereka pada dasarnya sedang berlatih gerakan ini.

5. Kebiasaannya yang terbawa sejak kecil

Kucing gigit leher (pexels.com/Arina)

Anak kucing bergulat dengan saudara-saudaranya adalah pemandangan yang biasa. Mereka seringkali menunjukkan perilaku saling menggigit satu sama lain, ini adalah bagian dari interaksi mereka. Jika kucing tumbuh di rumah yang memiliki banyak kucing, ia mungkin akan melanjutkan perilaku yang sama hingga dewasa. Hal ini terutama berlaku untuk kucing yang dibesarkan bersama saudara kandung, kucing yang diadopsi sejak usia muda, dan kucing yang masih bertingkah lincah hingga dewasa.

Jika kucing yang berada di bawah tetap tenang atau pasif, itu sebenarnya pertanda bahwa situasinya tidak agresif. Mungkin saja salah satu kucing lebih dominan atau lebih energik.

Bahkan, beberapa kucing tampaknya menikmati interaksi tersebut. Selama tidak berlanjut ke hal yang lebih serius, biasanya aman untuk membiarkan mereka menanganinya sendiri.

Jadi, perilaku kucing yang saling menggigit leher adalah normal. Kucing menunjukkan perilaku tersebut sebagai bagian dari interaksinya, perilaku kawin, mempertahankan wilayah, atau bermain dan mengasah keterampilan berkelahi. Selama tidak ada luka atau lolongan keras dari salah satunya, maka perilaku tersebut masih tahap wajar dan hanya main-main.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team