Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Kenapa Kucing Selalu Lapar, Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan
ilustrasi kucing makan (pixabay.com/NatashaG)

Setiap pemilik kucing pasti menginginkan kucing peliharaannya bisa sehat dan mau makan dengan lahap. Namun, jika kucing selalu meminta makan bak kelaparan, tentunya ini juga bukanlah hal yang baik.

Jika makanan yang kamu berikan pada kucingmu tampaknya selalu kurang dan kucingmu terus saja meminta makan, tentunya kamu ingin tahu apa yang terjadi pada kucingmu. Nah, berikut adalah beberapa penyebab kucing selalu lapar dilansir laman Be Chewy dan Rover.

1. Penuaan

unsplash.com/Timo Volz

Seiring bertambahnya usia hewan, kemampuan mereka untuk mencerna lemak dan protein menurun, sementara kebutuhan energinya meningkat. Pada kucing, perubahan ini terjadi pada sekitar usia 13 tahun.

Lemak menawarkan kalori dua kali lebih banyak dalam setiap gramnya daripada protein atau karbohidrat. Jika kucing kehilangan kemampuan untuk mencerna lemak, itu mengakibatkan defisit kalori sehingga kucing harus mulai makan lebih banyak untuk mendapatkan beban kalorinya.

2. Penasaran

freepik.com/freepic.diller

Kadang kala, kucing meminta makanan, terutama makanan yang dimakan manusia karena mereka penasaran. Meskipun begitu, pemilik kucing harus berhati-hati dan menjauhkan kucing yang penasaran dari makanan ini serta memberi mereka sesuatu yang lain untuk hiburan.

Rasa penasaran ini biasanya dialami oleh kucing yang lebih muda karena mereka cenderung lebih ingin tahu daripada kucing yang lebih tua. Sebagai solusinya, mainan kucing atau camilan catnip bisa membantu. 

3. Adanya parasit

freepik.com/freepik

Parasit usus dan banyak parasit lainnya dapat membuat kucing lapar sepanjang waktu. Ketika kucing tertular parasit, beban parasit bersaing dengan energi yang dikonsumsi kucing dalam makanan atau menghambat kemampuan kucing untuk mencerna dan menyerap nutrisi tersebut. Kemudian, kombinasi dari hal-hal itu akan menyebabkan kucing makan lebih banyak untuk mencoba menjaga berat badannya.

Parasit usus menyebabkan peningkatan rasa lapar karena parasit itu sendiri memakan nutrisi yang dicerna oleh inang. Ini menyebabkan lebih sedikit makanan yang tersisa untuk kucing dan ia akan mudah kelaparan.

4. Bosan

ilustrasi kucing makan (pixabay.com/NatashaG)

Kucing yang hidup di alam liar bisa lebih banyak bergerak daripada kucing yang hidup di dalam rumah. Kucing liar bisa bebas berkeliaran, mengintai mangsa, memanjat pohon, dan mengumpulkan makanan. Jadi, kucing liar sama sekali tidak merasa bosan.

Sementara, untuk kucing rumahan, kebosanan adalah aspek besar bagi mereka. Jadi, bisa jadi kucing meminta perhatian, tetapi pemiliknya salah menafsirkan isyarat mereka sebagai bentuk rasa lapar dan meminta makanan.

5. Diabetes

pixabay.com/freestocks-photos

Diabetes melitus relatif umum terjadi pada kucing. Hal ini menyebabkan kekurangan insulin atau respons yang buruk terhadap insulin yang diproduksi, bergantung pada apakah itu tipe I atau tipe II.

Diabetes mempersulit tubuh kucing untuk memproses glukosa menjadi energi, yang menyebabkan kelebihan glukosa dalam darah. Rasa lapar yang tak berdasar adalah salah satu gejala umum diabetes pada kucing.

Gejala lain diabetes pada kucing termasuk kucing menjadi sangat haus dan lebih sering kencing. Diabetes yang tidak diobati dapat dengan cepat berubah menjadi keadaan yang semakin parah. Namun, jika diabetes pada kucing diobati, mereka dapat hidup sejahtera sampai usia tua.

Sama seperti pada manusia, makan yang berlebihan juga bukan hal yang baik bagi kucing. Jadi, jika kucing yang kamu pelihara tampak lapar sepanjang waktu meskipun kamu memberinya makanan berkualitas baik dengan jumlah yang tepat, segera tanyakan kepada dokter hewan. Tes sederhana dapat menunjukkan kondisi dan menentukan solusi yang tepat sesuai kebutuhan kucing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎