ilustrasi melakukan pembayaran (pexels.com/energepic.com)
Berbelanja dalam keadaan lapar dapat meningkatkan jumlah pengeluaran, bahkan untuk barang nonmakanan. Rasa lapar menggeser fokus dari perencanaan ke pemenuhan kebutuhan langsung. Rilis yang dirangkum oleh ScienceDaily melaporkan bahwa partisipan yang merasa lapar menghabiskan sekitar 64% lebih banyak uang dibandingkan dengan mereka yang tidak lapar. Hal ini juga ditekankan oleh Community Health Works yang mengingatkan bahwa belanja saat lapar sering kali membuat orang keluar dari daftar belanja dan membeli lebih banyak dari yang direncanakan. Ketika kontrol diri turun, strategi anggaran pun ikut goyah.
Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan belanja bukan selalu soal niat atau disiplin, melainkan juga kondisi fisiologis saat itu. Alasan psikologis jangan belanja saat lapar menciptakan bias kognitif: kita menilai sesuatu terasa lebih mendesak, lebih menarik, dan lebih layak dibeli. Dalam konteks ekonomi perilaku, ini adalah contoh bagaimana tubuh bisa memengaruhi preferensi dan pengeluaran tanpa kita sadari. Jadi, sebelum menyalahkan diri sendiri karena troli yang terlalu penuh, mungkin yang perlu dilakukan sesederhana mengisi perut dulu, baru mengisi keranjang.
Referensi
Ashford, K. (2015, February 25). Shopping hungry? Here’s what happens when you hit the store on an empty stomach. Forbes.
CHWG. (n.d.). Why you should not shop hungry. Consumer Health Web Guide.
HuffPost. (n.d.). Grocery shopping hungry leads to high-calorie food choices. HuffPost.
Psychology Today. (2011, July). The neurobiology of “don’t shop when you’re hungry”. Psychology Today.
Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. (2015). Xu, A. J., Schwarz, N., & Wyer, R. S. Jr. Hunger promotes acquisition of nonfood objects (Vol. 112, No. 9), 2688–2692.
MyHealthNewsDaily. (n.d.). Low blood sugar increases junk food desire.
ScienceDaily. (2015, February 18). Hungry people buy more than food. ScienceDaily.