Pernah masuk supermarket cuma mau beli sabun, tapi keluar dengan sekantong besar camilan dan beberapa barang tambahan yang sebenarnya tidak ada di daftar? Kalau ya, mungkin masalahnya bukan kurang disiplin, melainkan perut kosong. Sains menunjukkan bahwa lapar bukan cuma urusan fisik, tapi juga memengaruhi cara otak mengambil keputusan, menilai harga, bahkan menentukan apa yang terasa penting untuk dibeli. Dalam kondisi tertentu, tubuh bisa ‘mengambil alih’ logika belanja kita tanpa kita sadari.
Saat lapar, tubuh mengaktifkan sistem biologis yang dirancang untuk bertahan hidup untuk mencari energi secepat mungkin. Sistem ini memengaruhi hormon, gula darah, hingga cara otak merespons imbalan dan godaan visual. Akibatnya, rak makanan tinggi kalori terlihat lebih menarik dan dorongan untuk membeli sesuatu menjadi lebih kuat. Berikut lima alasan psikologis jangan belanja saat lapar karena bisa membuat dompet lebih cepat jebol!
