Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Alunan Musik Memengaruhi Kualitas Susu Sapi?
Sapi (pexels.com/Eugene)
  • Penelitian menunjukkan musik dengan tempo lambat, seperti klasik dan country, membuat sapi lebih rileks sehingga kadar kortisol menurun dan produksi susu meningkat.
  • Sapi bereaksi negatif terhadap musik cepat seperti heavy metal atau rap, sementara musik lembut seperti klasik dan reggae menciptakan suasana tenang di kandang.
  • Musik menenangkan membantu sapi lebih mudah dipindahkan, mengurangi stres saat pemerahan, serta meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas peternakan secara keseluruhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musik tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan manusia untuk menemani segala aktivitas. Di balik pagar peternakan, sapi ternyata memiliki kesamaan seperti manusia, yakni gemar mendengarkan melodi klasik atau ritme yang tenang untuk menemaninya.

Bukti kecintaan sapi pada musik ditunjukkan melalui kelimpahan susu yang dihasilkan. Pertanyaannya, bagaimana bisa alunan musik memengaruhi kualitas susu sapi? Apakah sapi benar-benar memahami musik? Yuk, kita cari tahu melalui artikel berikut ini!

1. Mengapa sapi menyukai musik

Sapi (pexels.com/Christina)

Dilansir vethelpdirect, pada tahun 1978, Wisniewski menemukan bahwa memainkan musik country untuk sapi perah mendorong mereka untuk lebih mudah memasuki ruang pemerahan. Uetake bersama rekan-rekannya pun melakukan pengamatan yang sama, yakni pada tahun 1997, di mana mereka memainkan musik klasik untuk sapi yang mendekati sistem pemerahan otomatis. Hasilnya, bisa dilihat bahwa musik tersebut dinikmati oleh sapi dan membuat mereka lebih rileks selama proses pemerahan.

Studi lain berfokus pada ukuran produksi seperti hasil susu atau kecepatan pengeluaran susu. Hal ini karena hewan yang mengalami tingkat stres tinggi akan menghasilkan kadar kortisol yang tinggi di dalam tubuhnya. Hormon stres ini tentu mengganggu produksi susu dan memperlambat pengeluaran susu.

Hewan dengan tingkat stres yang rendah akan menghasilkan kadar kortisol yang lebih rendah juga, sehingga diharapkan memiliki hasil yang lebih tinggi dengan pengeluaran susu yang lebih cepat. Dan fenomena ini telah terjadi dalam beberapa penelitian ketika musik diputar.

Kadar kortisol dalam kotoran juga dapat diukur dan dianggap sebagai cerminan seberapa banyak kortisol yang beredar dalam tubuh. Erasmus, dalam jurnal artikel yang berjudul Meneliti pengaruh rangsangan pendengaran terhadap tingkat aktivitas, produksi susu, dan konsentrasi metabolit glukokortikoid feses pada sapi Holstein, menunjukkan bahwa sapi yang terpapar musik klasik memiliki kadar kortisol yang jauh lebih rendah dalam kotorannya. Menghabiskan banyak waktu untuk istirahat dan menghasilkan hasil susu yang lebih tinggi daripada sapi yang tidak mendengarkan musik atau terpapar musik hanya dalam jumlah terbatas.

2. Reggae, Rap, atau Klasik, mana jenis musik yang paling disukai sapi?

ilustrasi susu sapi (pexels.com/Ravinder Ravi)

Dilansir Vethelpdirect, ada penelitian yang mengukur respons sapi perah dalam hal detak jantung, laju pernapasan, dan produksi susu, serta perilaku ketika musik dari berbagai genre diputar. Dalam hal ini termasuk musik country, rock, jazz, reggae, pop, klasik, opera, rap, hip-hop, lagu pengantar tidur, dan heavy metal. Hasilnya, sapi tampak gelisah saat musik heavy metal dimainkan.

Beberapa terlihat kebingungan saat musik rap dimainkan. Musik country, klasik, reggae, dan lagu pengantar tidur membuat sebagian besar sapi tampak rileks, dan satu sapi bahkan tertidur karena suara lagu pengantar tidur.

Para peneliti menyimpulkan bahwa musik yang temponya terlalu lambat tampaknya memiliki efek menenangkan pada sapi. Uniknya lagi, hasil susu juga lebih rendah dengan genre musik tersebut dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sama sekali tidak mendengarkan musik.

Dilansir The Nature Network, sapi cenderung merespons positif terhadap musik dengan tempo yang lebih lambat. Ritme yang lembut mencerminkan kecepatan gerakan dan penggembalaan alami mereka, yang membantu menciptakan rasa tenang dalam kawanan. Sebaliknya, irama yang cepat sering kali membuat mereka gelisah.

Di antara berbagai genre yang diuji, musik klasik menempati posisi teratas. Di mana genre musik ini, pola struktur dan nada-nada lembutnya mampu menciptakan lingkungan yang menenangkan yang tampaknya disukai sapi. Biola dan piano dianggap efektif dalam mengurangi stres pada sapi.

3. Musik mengurangi hormon stres pada sapi

Sapi (unsplash.com/Gilles)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, musik yang menenangkan dapat menurunkan kadar kortisol pada sapi, yang mengindikasikan berkurangnya stres. Berkurangnya stres tidak hanya berarti hewan yang lebih bahagia, tetapi juga berarti hewan yang lebih sehat, karena stres dapat memengaruhi kekebalan tubuh dan kesejahteraan secara umum.

Ketika musik menjadi bagian dari rutinitas mereka, sapi menunjukkan tanda-tanda lebih nyaman. Ini menguntungkan baik hewan maupun petani yang bergantung pada kesehatan dan produktivitas mereka. Para petani juga merasa diuntungkan oleh penggunaan musik. Sapi yang rileks sering menghasilkan lebih banyak susu, dan musik yang menenangkan berkontribusi pada relaksasi tersebut dengan mengurangi stres dan kegelisahan. Tidak hanya hasil susu yang melimpah. Diketahui, dengan memainkan musik ini proses memindahkan sapi antar tempat atau selama pemeriksaan dokter hewan pun berjalan lebih mudah, secara keseluruhan sapi-sapi ini terlihat tidak terlalu cemas.

Benar bahwa alunan musik memengaruhi kualitas susu sapi. Hal ini juga didukung oleh banyaknya penelitian. Menurut beberapa penelitian, rupanya sapi cenderung menyukai musik klasik yang memiliki ritme lambat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team