ilustrasi susu sapi (pexels.com/Ravinder Ravi)
Dilansir Vethelpdirect, ada penelitian yang mengukur respons sapi perah dalam hal detak jantung, laju pernapasan, dan produksi susu, serta perilaku ketika musik dari berbagai genre diputar. Dalam hal ini termasuk musik country, rock, jazz, reggae, pop, klasik, opera, rap, hip-hop, lagu pengantar tidur, dan heavy metal. Hasilnya, sapi tampak gelisah saat musik heavy metal dimainkan.
Beberapa terlihat kebingungan saat musik rap dimainkan. Musik country, klasik, reggae, dan lagu pengantar tidur membuat sebagian besar sapi tampak rileks, dan satu sapi bahkan tertidur karena suara lagu pengantar tidur.
Para peneliti menyimpulkan bahwa musik yang temponya terlalu lambat tampaknya memiliki efek menenangkan pada sapi. Uniknya lagi, hasil susu juga lebih rendah dengan genre musik tersebut dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sama sekali tidak mendengarkan musik.
Dilansir The Nature Network, sapi cenderung merespons positif terhadap musik dengan tempo yang lebih lambat. Ritme yang lembut mencerminkan kecepatan gerakan dan penggembalaan alami mereka, yang membantu menciptakan rasa tenang dalam kawanan. Sebaliknya, irama yang cepat sering kali membuat mereka gelisah.
Di antara berbagai genre yang diuji, musik klasik menempati posisi teratas. Di mana genre musik ini, pola struktur dan nada-nada lembutnya mampu menciptakan lingkungan yang menenangkan yang tampaknya disukai sapi. Biola dan piano dianggap efektif dalam mengurangi stres pada sapi.