ilustrasi mengumpulkan botol dan kaleng bekas (pexels.com/Mikhail Nilov)
Sistem pengelolaan sampah dengan pant, juga mulai diimplementasikan oleh negara bagian Nordik lainnya seperti Swedia dan Norwegia. Tidak hanya itu, negara German mulai menggaungkan sistem pant di negara mereka. Banyak negara yang mulai melihat keberhasilan negara Denmark dalam mengeolola sampah dengan sistem pengembalian uang jaminan dari botol dan kaleng ini.
Dari penjelasan di atas, pant dalam sistem pengelolaan sampah di Denmark sangat berguna bagi masyarakat. Sebab, masyarakat mendapat uang atau voucher dari pengembalian botol dan kaleng minuman yang telah dibeli. Secara tidak langsung juga, mengajarkan masyarakat untuk memberdayakan daur ulang demi menjaga lingkungan bebas dari sampah. Kira-kira, apakah sistem pant ini bisa diterapkan di Indonesia, ya?
Referensi:
Dansk Retursystem. Deposit marks and amounts. Dikases pada tanggal 05 Desember 2024.
The Local Denmark. ‘Pant’: Denmark recycles more cans and bottles than ever before. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.
The local Sweden. That's pant! The story behind Sweden's bottle recycling scheme. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.
Sustainable Waste Indonesia. Darurat Sampah Plastik. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.
State of Green. Record-breaking year for Danish recycling: 92 per cent of bottles and cans returned for recycling. Diakses pada tanggal 05 Desember 2024.