Senjata nuklir pertama kali dikerahkan pada Juli 1945, selama uji coba di Amerika Serikat. Sebulan kemudian, dua bom atom dijatuhkan di Jepang. Tragedi kemanusiaan ini menewaskan antara 130.000 dan 215.000 orang, sebagaimana yang dilaporkan History.
Sejak saat itu, pembuatan senjata nuklir yang sangat destruktif semakin meningkat. Senjata-senjata seperti bom hidrogen ditambahkan ke dalam persenjataan atom. Saat ini, senjata nuklir paling kuat di dunia memiliki daya ledak hampir 40 kali lipat dibandingkan bom atom pertama, ungkap Andolu Agency.
Namun, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat tidak lagi memiliki senjata atom yang sudah ketinggalan zaman. Menurut Departemen Energi AS, nuklir akan diganti dengan senjata alternatif yang lebih baru seiring berjalannya waktu.
Sementara itu, nuklir yang sudah berusia tua akan dibongkar dan "dipensiunkan". Proses pensiun senjata bertujuan untuk menghilangkan senjata yang mungkin tidak diperlukan lagi. Seiring berjalannya waktu, proses ini mengurangi jumlah senjata nuklir di seluruh dunia dari tahun ke tahun. Namun, seperti apa sebenarnya proses pensiun senjata nuklir?
