kru Apollo 11 Buzz Aldrin di permukaan Bulan (unsplash.com/History in HD)
Bulan dan Bumi memang tetanggaan, tetapi kondisi keduanya sangat jauh berbeda. Dilansir Space, untuk satu kali rotasi, Bulan membutuhkan waktu setidaknya 28 hari Bumi. Ini artinya, siang di sana akan berlangsung selama 14 hari dengan durasi malam yang juga sama. Sebenarnya, jika hanya hari yang panjang, manusia mungkin bisa bertahan. Namun, dengan suhu ekstrem saat siang dan malam, hidup di sana jadi mustahil dijalani.
Kalaupun manusia bisa bertahan, untuk bisa tinggal di sana kita benar-benar harus memulai segalanya dari awal, mulai dari menghasilkan udara untuk dihirup, membangun rumah yang bisa melindungi kita dari hantaman meteoroid, mencari cara untuk mendapatkan air, hingga menciptakan sesuatu untuk dimakan secara berkelanjutan. Masalahnya, tanah Bulan gak sama seperti tanah Bumi. Tanah di sana berbentuk seperti pasir halus berdebu dan mengandung banyak logam beracun yang berbahaya bagi tanaman. Manusia bisa saja membawa sumber daya sendiri dari Bumi, tetapi semua sumber daya itu akan membuat roket jadi terlalu berat dan membahayakan perjalanan.
Manusia memang pernah berkunjung ke Bulan dan kembali dengan selamat. Namun, tinggal secara permanen dan hanya berkunjung merupakan dua hal yang berbeda. Membangun kehidupan di Bulan bukan hanya mahal, tetapi juga sangat berisiko. Dengan semua risiko itu, gak heran kalau NASA dan badan antariksa lainnya lebih memilih mengirimkan pesawat tanpa awak untuk meneliti Bulan.
Referensi
“Atmosphere”. National Geographic. Diakses Oktober 2025.
“Facts About the Moon”. NASA. Diakses Oktober 2025.
“How Could We Live on the Moon?”. Institute of Physics. Diakses Oktober 2025.
“How Many Meteorites Hit the Moon?”. Live Science. Diakses Oktober 2025.
“How to Live on the Moon”. Space.com. Diakses Oktober 2025.
“Is There Water on the Moon? We Asked a NASA Scientist”. NASA. Diakses Oktober 2025.
“Moon Exploration”. NASA. Diakses Oktober 2025.
“Meteor Impacts on the Moon”. NASA. Diakses Oktober 2025.
“Size of Earth”. Space.com. Diakses Oktober 2025.
“Size of the Moon”. Space.com. Diakses Oktober 2025.
“Temperature and Atmosphere of the Moon”. NASA. Diakses Oktober 2025.
“Weather on the Moon”. NASA. Diakses Oktober 2025.
Dari mana manusia akan mendapatkan oksigen di sana? | Ilmuwan berencana mengekstrak oksigen dari regolit (tanah Bulan) yang kaya akan oksigen terikat. Selain itu, oksigen juga bisa didapatkan melalui proses elektrolisis dari es air yang ditemukan di kawah-kawah kutub Bulan yang selalu gelap. |
Di mana tepatnya manusia akan membangun tempat tinggal? | Salah satu lokasi paling potensial adalah di dalam tabung lava (lava tubes) atau gua bawah tanah alami Bulan. Tempat ini menawarkan perlindungan alami dari hantaman meteorit, suhu ekstrem, dan radiasi mematikan tanpa harus membangun dinding pelindung yang sangat tebal. |
Bagaimana cara manusia mendapatkan air di Bulan? | Penelitian telah mengonfirmasi adanya es air di kutub selatan Bulan. Es ini bisa ditambang dan dimurnikan untuk diminum, bercocok tanam, atau bahkan diurai menjadi hidrogen sebagai bahan bakar roket untuk perjalanan lebih jauh (seperti ke Mars). |