Pohon (pexels.com/Santask)
Pada kenyataannya pohon-pohon yang biasa kita jumpai memproduksi oksigen dengan kadar yang berbeda-beda. Beberapa faktor menentukan seberapa banyak oksigen yang dapat dilepaskan oleh pohon, dan dengan memahami faktor-faktor ini dapat membantu mengidentifikasi mana pohon yang mampu memproduksi oksigen paling efektif.
Di bawah ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi produksi oksigen pohon:
Luas permukaan daun
Luas permukaan daun diukur dengan LAI (Indeks Luas Daun), yang membandingkan total luas daun dengan luas tanah yang ditutupi daun. LAI yang lebih tinggi berarti lebih banyak fotosintesis per meter persegi, artinya lebih banyak oksigen. Spesies dengan kanopi tebal dan berlapis umumnya berkinerja lebih baik daripada spesies dengan daun yang jarang.
Luas permukaan daun sangat memengaruhi oksigen yang dihasilkan pohon. Di mana selama proses fotosintesis terjadi, pohon menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Jadi, secara alami, pohon dengan banyak daun atau daun yang lebat cenderung menghasilkan oksigen lebih banyak.
Kedewasaan pohon
Pohon muda dan pohon tua tentu memiliki potensi yang berbeda dalam hal menghasilkan oksigen. Pohon tua biasanya melakukan lebih banyak pekerjaan berat dalam produksi oksigen. Pohon dewasa bisa dilihat dar tajuknya yang lebih besar, akar lebih dalam, dan struktur yang mapan untuk mendukung pertumbuhan daun dan produksi oksigen lebih banyak.
Pola pertumbuhan dan aktivitas musiman
Pohon yang tumbuh lebih cepat biasanya tumbuh dengan kuat tetapi tidak hidup lama. Sementara itu, pohon yang tumbuh lebih lambat cenderung bertahan selama beberapa dekade, menawarkan manfaat oksigen yang konsisten dari tahun ke tahun.
Misalnya pohon evergreen yang mampu mempertahankan daunnya sepanjang tahun dan terus menghasilkan oksigen melalui beberapa musim. Berbeda dengan pohon gugur yang memasuki masa dormansi di musim dingin. Adanya kombinasi laju pertumbuhan dan siklus hidup membentuk kontribusi jangka panjang bagi pohon.
Kondisi pertumbuhan dan iklim
Sejatinya pohon membutuhkan sinar matahari untuk tetap tumbuh, ketersediaan air, nutrisi dan ruang yang cukup pun turut memengaruhi pertumbuhan pohon. Spesies yang ditanam di tanah yang buruk atau di bawah naungan yang terlalu banyak kemungkinan akan tumbuh kurang maksimal, khususnya dalam hal fotosintesis.