Terumbu karang (unsplash.com/Ralf)
Dilansir Woods Hole Oceanogrhapic Institution, jika kamu menemukan sepotong karang yang terdampar di pantai, dengan tekstur yang padat, keras, sisi-sisinya terasa keras dan dipenuhi lubang tak beraturan. Struktur karang yang keras seperti batu itulah yang menjadi rumah bagi polip karang. Polip ini memiliki ukuran tubuh yang kecil, pendek, dan seperti tabung yang berujung pada mulut dan dikelilingi tentakel.
Ratusan bahkan ribuan polip dapat hidup dalam satu karang yang keras layaknya batu. Tetapi, faktanya benda keras itu bukanlah batu, melainkan hewan. Struktur yang keras tersebut adalah kerangka luar yang diciptakan oleh polip. Sederhananya, polip menancapkan diri pada lubang-lubang karang. Ketika bahaya mendekat, maka polip menarik tubuhnya ke dalam kerangka dan menjauhi bahaya.
Jadi, karang adalah hewan, namun sebagian besar karang pembentuk terumbu tidak hanya mendapatkan energi dari makanan yang mereka makan. Mereka menggantungkan hidupnya pada proses fotosintesis, sehingga terumbu karang idealnya memerlukan cahaya matahari. Sama halnya dengan tumbuhan yang juga melakukan fotosintesis, lalu apakah terumbu karang juga disebut sebagai tumbuhan? Jawabannya adalah tidak, tapi alga yang mirip tumbuhan adalah bagian dari banyak karang.
Sebagai penutup, karang bukanlah tumbuhan ataupun batu. Meskipun memiliki tekstur yang keras seperti batu dan adanya proses fotosintesis layaknya tumbuhan, sejatinya terumbu karang adalah hewan. Di mana polip lah yang mencipatakan tekstur keras dengan menancapkan diri pada lubang karang.