Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi terumbu karang (unsplash.com/NEOM)
ilustrasi terumbu karang (unsplash.com/NEOM)

Intinya sih...

  • Terumbu karang adalah koloni polip kecil yang terbentuk dari kalsium karbonat, menjadi rumah bagi 25% kehidupan laut.

  • Proses pembentukan terumbu karang melibatkan hubungan simbiosis antara polip karang dan alga mikroskopis zooxanthellae.

  • Terumbu karang berperan sebagai rumah bagi spesies laut, pemecah gelombang, sumber daya ekonomi, menjaga keseimbangan rantai makanan, serta membantu penyerapan CO₂ dan produksi oksigen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah kedalaman lautan yang penuh misteri, terumbu karang hidup layaknya taman bunga bawah air yang warna-warni. Terumbu karang membentang luas dengan bentuk yang tak menentu, menjadi tempat pulang bagi ikan-ikan kecil.

Secara fisik, terumbu karang tampak seperti bongkahan batu yang keras. Tetapi, seringkali ia dikenal sebagai tumbuhan yang hidupnya membutuhkan cahaya matahari. Sementara itu, secara biologis terumbu karang terdiri dari ribuan organisme kecil. Lalu, apa sebenarnya terumbu karang? Apakah mereka ini tumbuhan, hewan, atau batu?

Apa itu terumbu karang?

ilustrasi terumbu karang (pexels.com/Francesco Ungaro)

Terumbu karang merupakan mahakarya bawah laut yang terbentuk dari tumpukan kalsium karbonat, yakni koloni polip kecil. Bisa dibilang terumbu karang adalah jantungnya bagi ekosistem laut, namun sayangnya ekosistem ini terancam punah akibat polusi dan krisis iklim.

Dilansir Nasa.gov, terumbu karang hanya menutupi 1% dasar laut dan mendukung sekitar 25% dari seluruh kehidupan laut di samudera. Terumbu karang adalah istilah dasar yang digunakan untuk menggambarkan struktur kolektif karang keras yang membentuk ekosistem terumbu karang.

Terumbu karang identik dengan pesonanya yang warna-warni. Kombinasi warna ini terbentuk dari alga mikroskopis yang hidup dalam sel karang, yang dikenal dengan sebutan zooxanthellae. Melalui proses fotosintesis, alga tersebut menyuplai asupan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan karang untuk bertahan hidup.

Proses pembentukan terumbu karang

ilustrasi terumbu karang (pexels.com/Francesco Ungaro)

Proses terbentuknya terumbu karang adalah mekanisme biologis dan geologis yang luar biasa dan terjadi selama ribuan tahun. Di bawah ini adalah alur bagaimana terumbu karang terbentuk dan menjadi taman bagi ikan-ikan:

  • Pertumbuhan terumbu karang dimulai dari hewan kecil yang disebut polip karang. Polip memiliki tubuh yang lunak dan masih berkerabat dengan anemon laut serta ubur-ubur.

  • Bisa dibilang polip adalah arsiteknya terumbu karang. Ketika larva karang atau planula menemukan objek yang keras di perairan, maka mereka akan menempelkan tubuhnya dan mulai tumbuh.

  • Setiap polip karang mengeluarkan kalsium karbonat di sekitar dasar dan sisinya.

  • Polip bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri, menciptakan salinan identik dari diri mereka sendiri. Kemudian membentuk koloni yang dapat berisi ribuan atau jutaan polip individu.

  • Lambat laun, tumpukan rangka kalsium karbonat ini menciptakan fondasi kokoh yang memungkinkan generasi karang baru untuk terus tumbuh di atasnya.

  • Alga mikroskopis atau yang disebut zooxanthellae yang hidup di jaringan polip kemudian melakukan fotosintesis dan membagikan nutrisi yang dihasilkan dengan inang karangnya.

  • Hubungan simbiosis antara polip karang dan alga mikroskopis ini menyediakan hingga 90% kebutuhan energi karang, yang akhirnya memicu pertumbuhan dan produksi kalsium karbonat.

  • Timbal baliknya, zooxanthellae kemudian mendapatkan tempat tinggal yang terlindung dan bahan-bahan kimia dari karang agar mereka bisa terus berfotosintesis.

Jadi, dapat dikatakan bahwa terumbu karang terbentuk karena adanya hubungan simbiosis antara zooxanthellae dengan polip karang sehingga terbentuklah terumbu karang di perairan yang dangkal dan jernih.

Peran terumbu karang dalam ekosistem laut

ilustrasi terumbu karang (pexels.com/Francesco Ungaro)

Terumbu karang lebih dari sekadar taman laut bagi ikan. Terumbu karang memainkan peran vital dalam ekosistem laut, berikut penjelasannya:

  • Terumbu karang menjadi rumah bagi seluruh spesies laut.

  • Terumbu karang berfungsi untuk memecah gelombang alami.

  • Melindungi daerah pesisir dengan mengurangi kekuatan gelombang pantai.

  • Penyedia sumber daya ekonomi.

  • Menjaga keseimbangan rantai makanan.

  • Membantu penyerapan CO₂ dan menghasilkan oksigen.

Identitas asli terumbu karang sebagai tumbuhan, hewan, atau batu?

Terumbu karang (unsplash.com/Ralf)

Dilansir Woods Hole Oceanogrhapic Institution, jika kamu menemukan sepotong karang yang terdampar di pantai, dengan tekstur yang padat, keras, sisi-sisinya terasa keras dan dipenuhi lubang tak beraturan. Struktur karang yang keras seperti batu itulah yang menjadi rumah bagi polip karang. Polip ini memiliki ukuran tubuh yang kecil, pendek, dan seperti tabung yang berujung pada mulut dan dikelilingi tentakel.

Ratusan bahkan ribuan polip dapat hidup dalam satu karang yang keras layaknya batu. Tetapi, faktanya benda keras itu bukanlah batu, melainkan hewan. Struktur yang keras tersebut adalah kerangka luar yang diciptakan oleh polip. Sederhananya, polip menancapkan diri pada lubang-lubang karang. Ketika bahaya mendekat, maka polip menarik tubuhnya ke dalam kerangka dan menjauhi bahaya.

Jadi, karang adalah hewan, namun sebagian besar karang pembentuk terumbu tidak hanya mendapatkan energi dari makanan yang mereka makan. Mereka menggantungkan hidupnya pada proses fotosintesis, sehingga terumbu karang idealnya memerlukan cahaya matahari. Sama halnya dengan tumbuhan yang juga melakukan fotosintesis, lalu apakah terumbu karang juga disebut sebagai tumbuhan? Jawabannya adalah tidak, tapi alga yang mirip tumbuhan adalah bagian dari banyak karang.

Sebagai penutup, karang bukanlah tumbuhan ataupun batu. Meskipun memiliki tekstur yang keras seperti batu dan adanya proses fotosintesis layaknya tumbuhan, sejatinya terumbu karang adalah hewan. Di mana polip lah yang mencipatakan tekstur keras dengan menancapkan diri pada lubang karang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team