Ayam (unsplash.com/Zesio)
Pencernaan ayam dimulai dari makanan yang masuk ke dalam tubuh ayam dengan paruh, yang merupakan alat untuk mematuk pakan dalam bentuk remah atau pelet, biji-bijian, rumput, dan serangga.
Ayam merupakan omnivora, artinya selain pakan komersial, mereka dapat memakan daging seperti larva, cacing, dan terkadang tikus. Saat memamah makanan, mulut ayam akan mengeluarkan air liur dan enzim pencernaan ditambahkan saat makanan bergerak dari mulut ke kerongkongan.
Dari kerongkongan, makanan bergerak ke tembolok, tempat penyimpanan makanan yang dapat mengembang dan terletak di pangkal leher ayam. Selanjutnya, makanan menetas dari tembolok ke perut atau ampela, di mana enzim pencernaan ditambahkan ke dalam campuran dan penggilingan fisik makanan terjadi. Kemudian, bagian lambung ayam, yang merupakan bagian berotot dari perut, menggunakan kerikil untuk menggiling biji-bijian dan serat menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah dicerna.
Setelah dari ampela, makanan kemudian masuk ke usus halus, tempat di mana nutrisi akan diserap. Sisa makanan kemudian melewati sekum, kantung buntu di sepanjang saluran usus bagian bawah, tempat bakteri membantu memecah makanan yang tidak dicerna.
Dari sekum, makanan bergerak ke usus besar, menyerap air dan mengeringkan makanan yang tidak dapat dicerna. Sisa residu ini melewati kloaka, yakni tempat urin ayam yang kemudian bercampur dengan limbah. Keduanya kemudian keluar dari tubuh ayam melalui anus, yaitu lubang luar kloaka.