ilustrasi komodo (pexels.com/Fajar Setiawan)
Salah satu hal yang unik dari komodo adalah kemampuannya untuk bereproduksi tanpa pasangan melalui proses partenogenesis. Proses ini memungkinkan betina untuk menghasilkan keturunan tanpa pembuahan, terutama dalam kondisi terisolasi di mana tidak ada jantan satupun di tempat tersebut.
Keturunan yang dihasilkan melalui partenogenesis selalu jantan karena susunan genetiknya, memberikan cara bagi populasi untuk pilih dengan memperkenalkan jangan baru yang nantinya dapat bereproduksi secara seksual.
Partenogenesis sendiri merupakan bentuk reproduksi aseksual di mana embrio berkembang tanpa pembuahan. Alih-alih bergantung pada sperma jangan, komodo betina justru dapat menghasilkan keturunan sendiri.
Sebelumnya, peneliti telah mengamati komodo yang dipelihara di Kebun Binatang London dan Chester yang melahirkan tanpa kehadiran komodo jantan. Hasilnya, analisis DNA mengkonfirmasi bahwa tidak ada materi genetik ayah yang terlibat, hal ini menjadi bukti jelas bahwa komodo melakukan partenogenesis.
Adanya temuan tersebut dapat dikatakan bahwa betina mampu beralih antara reproduksi seksual dan reproduksi aseksual, tergantung pada kondisi yang ada. Ketersediaan pasangan yang terbatas di habitat alami juga menjadi faktor yang memengaruhi komodo melakukan partenogenesis, karena seringnya komodo jantan dan betina tidak selalu berada di tempat yang sama.
Demikian informasi seputar komodo betina. Komodo dianugerahi kemampuan partenogenesis, di mana mereka mampu berkembang biak tanpa bantuan jantan. Selain itu, kemampuan tersebut juga didukung karena keberadaan jantan yang tidak selalu ada dalam satu habitat dengan betina. Komodo betina juga dapat beralih antara reproduksi seksual dan reproduksi aseksual. Itulah mengapa mereka bisa menghasilkan keturunan tanpa adanya pejantan.