Ikan lapu (unsplash.com/David)
Sebelum membahas lebih dalam, ada baiknya untuk kita ketahui dulu apa bedanya ikan air tawar dan ikan air laut. Pada ikan air tawar, mereka tidak aktif minum air karena air akan mengencerkan darah dan cairan tubuhnya.
Artinya, tantangan bagi ikan air tawar adalah mencegah air mengencerkan tubuh. Untuk mengatasinya, ginjal ikan air tawar akan mengeluarkan banyak air dari darah dan menghasilkan urin yang sangat encer.
Sementara itu, ikan air laut sering minum air melalui mulut mereka demi menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tantangan ikan air laut adalah menghindari kehilangan air ke lingkungan yang jauh lebih asin sekaligus mencegah masuknya garam berlebih.
Ginjal mereka membuang garam dan menyimpan air sementara sel-sel garam di insang mereka memompa garam ke dalam air.
Ikan menjaga keseimbangan air dalam tubuh melalui proses yang disebut osmoregulasi, yaitu menggunakan ginjal dan insang untuk mengatur kadar garam dan air dalam tubuh.
Ada beberapa cara ikan dapat mengonsumsi air, hal ini tergantung lingkungan dan spesies ikannya. Beberapa ikan, seperti koi dan ikan mas, mereka memiliki kemampuan untuk minum air dari permukaan dengan menghisapnya melalui mulut mereka. Sementara ikan lainnya seperti lele, adalah pemakan dasar dan minum air dari dasar kolam atau danau. Di sisi lain, ada ikan salmon yang minum air saat mereka memakan mangsanya.
Ikan dapat mengonsumsi air terlalu banyak, terutama jika kualitas air buruk atau jika mereka tidak mampu mengatur asupan air mereka dengan benar. Minum air terlalu banyak dapat menyebabkan kondisi yang disebut keracunan air, yang dapat berakibat fatal.