Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, hingga banjir sering dianggap sebagai peristiwa yang sepenuhnya berada di luar kendali manusia. Namun, di balik fenomena alam tersebut, fisika memegang peranan penting dalam membantu manusia memahami pola, energi, dan gejala alam yang berpotensi menimbulkan bencana. Lewat kajian gelombang, tekanan, getaran, hingga dinamika fluida, fisika menjadi fondasi atau induk ilmiah untuk membaca tanda-tanda awal bencana alam secara lebih akurat.
Seiring berkembangnya teknologi canggih, prinsip-prinsip fisika kini diterapkan dalam berbagai sistem mitigasi bencana alam, mulai dari sensor seismic, satelit pemantau cuaca ekstrem, hingga model simulasi berbasis komputasi. Teknologi ini bukan hanya membantu memprediksi bencana, tetapi juga mengurangi dampaknya terhadap manusia dan lingkungan. Berikut lima cara fisika berkontribusi dalam mencegah bencana alam lewat teknologi canggih yang terus dikembangkan para ilmuwan.
