Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kucing tidur
ilustrasi kucing tidur (pexels.com/SimplyArt4794)

Intinya sih...

  • Memilih area yang membantu menjaga panas tubuh

  • Mempertimbangkan tekstur dan kestabilan permukaan

  • Kucing cenderung tidur di area dengan cahaya yang tenang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing sering terlihat berganti-ganti tempat tidur, tetapi pilihan itu tidak pernah benar-benar acak. Tubuh kucing bekerja dengan sistem sensorik yang peka terhadap kondisi fisik di sekitarnya, termasuk suhu, cahaya, dan struktur ruang. Hal-hal kecil yang terasa biasa bagi manusia justru sangat menentukan kenyamanan tubuh kucing saat beristirahat.

Karena itu, lokasi tidur kucing kerap terlihat tidak masuk akal, padahal ada alasan fisik yang jelas di baliknya. Kalau kamu punya kucing, baca artikel ini sampai habis, ya! Berikut penjelasan yang membantu memahami cara kucing menentukan tempat favorit untuk tidur.

1. Memilih area yang membantu menjaga panas tubuh

ilustrasi kucing tidur (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Suhu lingkungan menjadi faktor penting dalam kebiasaan tidur kucing. Tubuh kucing cenderung mencari lokasi yang mampu mempertahankan panas alami tanpa perlu banyak bergerak. Permukaan yang hangat membuat otot lebih rileks dan denyut tubuh tetap konstan selama tidur. Kondisi ini membantu kucing beristirahat lebih lama tanpa sering berganti posisi.

Ketika suhu ruangan berubah, pilihan tempat tidur juga ikut berubah. Perbedaan suhu mikro di sudut ruangan sering kali lebih nyaman dibanding area terbuka. Itulah sebabnya kucing kerap tidur di tempat sempit atau dekat sumber panas ringan. Perilaku ini berkaitan langsung dengan cara tubuhnya menghemat energi.

2. Mempertimbangkan tekstur dan kestabilan permukaan

ilustrasi kucing tidur (pexels.com/Dương Nhân)

Permukaan tempat tidur memberi respons langsung ke tubuh kucing. Bantalan kaki kucing sangat sensitif terhadap licin, keras, atau tidaknya suatu bidang. Permukaan yang stabil membantu distribusi berat badan lebih merata saat tidur. Hal ini mengurangi tekanan pada sendi dan tulang belakang.

Bidang yang terlalu keras atau mudah bergeser biasanya dihindari. Kucing lebih nyaman pada permukaan yang sedikit empuk tetapi tetap kokoh. Tekstur semacam ini memungkinkan tubuh menyesuaikan posisi tanpa kehilangan keseimbangan. Faktor ini sering luput dari perhatian manusia.

3. Kucing cenderung tidur di area dengan cahaya yang tenang

ilustrasi kucing tidur (pexels.com/Ala J Graczyk)

Cahaya menjadi faktor lingkungan yang berpengaruh pada kualitas tidur kucing. Area dengan cahaya terlalu terang membuat tubuh sulit masuk ke kondisi istirahat optimal. Cahaya lembut dan stabil memberi lingkungan yang lebih mudah diterima oleh sistem visual kucing. Karena itu, lokasi dekat jendela dengan cahaya tidak langsung sering dipilih.

Perubahan cahaya mendadak bisa memicu respons tubuh meski kucing tampak tertidur pulas. Tempat dengan pencahayaan yang konsisten membantu tidur berlangsung lebih lama. Cahaya berfungsi sebagai penentu kondisi fisik ruang, bukan sekadar pencahayaan biasa. Pilihan lokasi tidur pun mengikuti faktor ini.

4. Menghindari tempat dengan getaran aktif

ilustrasi kucing tidur (pexels.com/Şeyda Nur Uğur)

Getaran kecil dari langkah kaki, pintu, atau perabot sangat terasa oleh kucing. Tubuh kucing mampu mendeteksi perubahan mekanis yang sering tidak disadari manusia. Area dengan getaran rendah memberi kondisi lebih tenang selama tidur. Karena itu, lokasi yang sering dilewati biasanya tidak dijadikan tempat beristirahat.

Area yang lebih tinggi cenderung lebih stabil dari gangguan getaran horizontal. Struktur bangunan di ketinggian juga meredam pergerakan kecil. Inilah alasan kucing sering tidur di lemari atau rak. Pilihan tersebut berkaitan langsung dengan kenyamanan fisik tubuhnya.

5. Menyesuaikan lokasi tidur dengan aliran udara

ilustrasi kucing tidur (pexels.com/Eyyüp Erten)

Aliran udara kecil di dalam ruangan memengaruhi kenyamanan tidur kucing. Hembusan langsung dari kipas atau ventilasi bisa membuat suhu tubuh cepat berubah. Kucing lebih memilih area dengan sirkulasi udara lembut dan tidak langsung. Kondisi ini membantu menjaga kestabilan panas tubuh.

Selain suhu, aliran udara membawa debu dan aroma. Area yang terlindung dari hembusan kuat terasa lebih nyaman bagi sistem pernapasan dan penciuman. Karena itu, sudut ruangan atau area di balik furnitur sering menjadi pilihan. Keputusan ini muncul dari respons tubuh terhadap kondisi udara mikro.

Cara kucing menentukan tempat favorit untuk tidur terbentuk dari banyak faktor fisik yang bekerja bersamaan secara halus. Suhu, cahaya, getaran, hingga aliran udara memberi sinyal yang menentukan kenyamanan tubuh saat beristirahat. Setelah memahami penjelasan ini, masihkah pilihan tempat tidur kucing terlihat acak dan tanpa alasan?

Referensi:

"Where cats sleep and in what position – Understanding how cats sleep" Cat's Best. Diakses pada Januari 2026

"6 Reasons Why Your Cat Has a Favourite Hiding Spot" My pet & I. Diakses pada Januari 2026

"Why Your Cat Is Always Switching Up Where They Sleep" Kinship. Diakses pada Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team