Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kupu-kupu
ilustrasi kupu-kupu (pexels.com/Anastasia Haritonov)

Intinya sih...

  • Invertebrata tidak memiliki tulang belakang.

  • Tubuh mereka beragam bentuk dan ukuran, biasanya kecil.

  • Mereka heterotrof dan penting bagi ekosistem.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagian besar spesies hewan di Bumi termasuk ke dalam invertebrata atau tidak memiliki tulang belakang. Diperkirakan jumlahnya mencapai 97 persen atau sekitar 2,16 juta spesies hewan. Sementara, 3 persen sisanya masuk ke dalam vertebrata atau hewan yang memiliki tulang belakang.

Invertebrata dapat ditemukan di mana saja, termasuk gurun yang paling kering, di wilayah atmosfer yang tinggi, hingga di tempat beku seperti antariksa. Hewan invertebrata terbagi ke dalam sembilan filum, di antaranya Protozoa, Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata. Lalu apa saja contoh hewan invertebrata? Yuk, simak di bawah ini!

1. Ubur-ubur

ilustrasi ubur-ubur (pexels.com/Alain Frechette)

Hewan dengan bentuk unik yang transparan ini sering terlihat mengapung di perairan. Namun, hewan ini perlu diwaspadai karena beberapa jenisnya dapat membahayakan manusia. Mereka termasuk dalam anggota filum Cnidaria dan sama sekali tidak memiliki tulang belakang. Sebagian besar tubuhnya terdiri dari air (lebih dari 95 persen) dengan struktur berbentuk lonceng atau payung.

2. Siput

ilustrasi siput (pexels.com/invisiblepower)

Siput termasuk filum Mollusca darat dari kelas Gastropoda yang mencakup bekicot dan keong. Hewan ini dikenal dengan cangkang keras yang melindungi tubuh lunak dari predator. Ketika bergerak, siput akan meninggalkan lendir yang berfungsi untuk mengurangi gesekan dan melindungi tubuh mereka dari luka.

3. Bintang laut

ilustrasi bintang laut (pexels.com/RDNE Stock project)

Bintang laut menjadi anggota filum Echinodermata yang hidup di dasar laut. Hewan ini memiliki bentuk tubuh simetris radial dengan lima lengan atau lebih yang memancar dari cakram pusat. Meski tidak memiliki tulang belakang, bintang laut memiliki kerangka endoskeleton yang terbuat dari lempengan kalsium karbonat kecil di bawah kulit mereka.

4. Kupu-kupu

ilustrasi kupu-kupu (pexels.com/Roman Biernacki)

Hewan dengan sayap indah ini merupakan contoh hewan invertebrata dari filum Arthropoda. Tubuh mereka terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni kepala, dada (toraks), dan abdomen (organ-organ vital). Mereka memiliki peran penting dalam membantu tanaman berhubungan agar bisa bereproduksi.

5. Cacing tanah

ilustrasi cacing tanah (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Cacing tanah termasuk ke dalam anggota filum Annelida yang hidup di dalam tanah dan berperan penting dalam menyuburkan tanah. Tubuh mereka lunak, bersegmen, dan tidak memiliki tulang belakang atau kerangka internal. Mereka biasanya akan memakan material organik di dalam tanah. Sementara, kotorannya kaya akan nutrisi bagi tanaman.

6. Kecoak

ilustrasi kecoak (pexels.com/Erik Karits)

Kecoak termasuk hewan invertebrata karena tidak memiliki tulang belakang atau rangka internal yang terbuat dari tulang. Sebaliknya, tubuh mereka ditopang oleh eksoskeleton keras yang melindungi organ-organ dalamnya dan memberikan titik tumpu bagi otot-otot mereka. Mereka biasanya memakan makanan manis, berlemak, atau yang mengandung pati.

7. Semut

ilustrasi semut (pexels.com/Petr Ganaj)

Semut adalah jenis serangga sosial yang hidup dalam koloni yang termasuk dalam filum Arthropoda. Sama seperti serangga lainnya, semut tidak memiliki tulang belakang. Tubuh semut dilapisi oleh eksoskeleton keras yang melindungi organ internal mereka. Mereka memiliki sistem kasta. Adapun, setiap semut akan menjalankan tugas masing-masing.

8. Udang

ilustrasi udang (pexels.com/Elle Hughes)

Udang adalah krustasea yang tidak memiliki tulang belakang. Tubuh mereka dilindungi oleh cangkang luar yang keras dan berganti secara berkala melalui proses molting saat tumbuh. Udang memiliki sepuluh kaki yang membantu mereka berenang, menempel, dan bereproduksi.

9. Spons laut

ilustrasi spons laut (pexels.com/Saad Alaiyadhi)

Spons dikenal sebagai hewan multiseluler paling primitif yang tidak memiliki tulang belakang, organ, atau jaringan sejati. Mereka hidup menempel pada substrat di dasar laut atau danau sehingga tergolong hewan akuatik sesil. Tubuh spons berpori-pori dan memiliki sistem saluran yang kompleks untuk menyaring partikel makanan dari air.

10. Kepiting

ilustrasi kepiting (pexels.com/Hans Scholte)

Kepiting adalah anggota filum Arthropoda yang memiliki cangkang keras dan sepasang capit besar yang kuat. Sama dengan udang, kepiting tidak memiliki tulang belakang. Mereka bergerak menyamping dan dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari laut dalam hingga pantai dan darat.

Ciri-ciri hewan yang tidak memiliki tulang belakang

ilustrasi ubur-ubur (pexels.com/Patricia Arjona)

Hewan invertebrata memiliki ciri-ciri yang membedakan mereka dengan hewan vertebrata. Berikut ciri-ciri umum hewan invertebrata.

  • Hewan ini tidak memiliki tulang belakang, sumsum tulang belakang, maupun tulang punggung.

  • Umumnya, mereka berukuran kecil dan pertumbuhannya terbatas.

  • Mereka bernapas melalui permukaan kulit dan tidak memiliki organ paru-paru.

  • Invertebrata bersifat heterotrof karena tidak mampu memproduksi makanan sendiri.

Jadi, hewan yang tidak memiliki tulang belakang sangat banyak. Mereka terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran, yang tentu sangat penting bagi ekosistem. Dari deretan contoh hewan invertebrata di atas, mana yang pernah kamu jumpai?

Referensi
“What is an invertebrate?”. The Butterfly Conservation. Diakses Juni 2025.
“What are invertebrates?”. Australian Museum. Diakses Juni 2025.
“Invertebrates”. Byju’s. Diakses Juni 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎