Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Coton de Tulear, Ras Anjing Kuno Berbulu Lebat Asal Madagaskar
Potret Coton de Tulear (pixabay.com/JACLOU-DL)
  • Coton de Tulear berasal dari Tulear, Madagaskar, dulunya hanya dimiliki bangsawan dan punya kisah asal-usul unik dari anjing kapal karam yang berkembang biak di pulau tersebut.
  • Bulu Coton de Tulear lembut seperti kapas, tidak mudah rontok, dan dianggap ramah bagi penderita alergi ringan meski tetap butuh perawatan rutin agar tetap bersih dan rapi.
  • Ras ini dikenal ceria, sosial, sangat dekat dengan manusia, serta tergolong langka di dunia karena proses pembiakannya dijaga ketat untuk mempertahankan kualitas dan keaslian rasnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Coton de Tulear adalah anjing kecil berbulu putih lembut yang tampak seperti kapas hidup. Di balik penampilannya yang menggemaskan, ras ini menyimpan sejarah unik dan cukup eksklusif. Berasal dari Madagaskar, anjing ini dulunya cuma dimiliki kalangan bangsawan.

Selain itu, sifatnya yang hangat serta sangat dekat dengan manusia membuatnya mudah disukai. Nah, biar makin kenal, simak empat fakta menarik tentang Coton de Tulear berikut ini!

1. Berasal dari Madagaskar dan pernah jadi anjing bangsawan

Potret beberapa anjing Coton de Tulear (pixabay.com/JACLOU-DL)

Coton de Tulear berasal dari kota pelabuhan Tulear di Madagaskar, sebuah pulau besar di lepas pantai Afrika. Dahulu, anjing ini hanya hidup di lingkungan bangsawan dan keluarga elite. Dilansir American Kennel Club (AKC), para bangsawan di pulau tersebut sangat menjaga Coton de Tulear. Mereka bahkan sempat memberlakukan aturan yang melarang rakyat jelata memelihara anjing kecil ini.

Ada pula kisah menarik yang berkembang mengenai asal-usul Coton de Tulear. Diceritakan bahwa pernah terjadi kapal karam di perairan Madagaskar, dan anjing-anjing kecil berbulu putih yang menjadi muatan kapal tersebut berhasil berenang ke daratan untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian hidup liar, berkembang biak dengan anjing lokal, dan perlahan membentuk ras yang kini dikenal sebagai Coton de Tulear.

2. Tekstur bulunya mirip kapas

Coton de Tulear (pixabay.com/JacLou)

Nama “Coton” diambil dari bahasa Prancis yang berarti kapas. Sesuai namanya, bulu anjing ini ringan, lembut, dan halus saat disentuh. Karakternya tidak kaku, justru jatuh ringan mengikuti gerakan tubuh.

Bulu ini tidak gampang rontok dibandingkan dengan ras lain. Itu sebabnya Coton de Tulear kerap dianggap lebih ramah bagi orang dengan alergi ringan. Meski demikian, perawatan rutin tetap penting supaya bulunya tidak kusut dan tetap bersih.

3. Punya kepribadian ceria dan dekat dengan manusia

Coton de Tulear (pixabay.com/chica_de_tulear)

Soal kepribadian, Coton de Tulear punya sifat ramah dan penuh keceriaan. Mereka mudah bergaul, suka bermain, dan cepat akrab dengan anggota keluarga. Ras ini juga umumnya rukun dengan hewan peliharaan lain, termasuk kucing.

Dilansir VetSTREET, Coton de Tulear merupakan salah satu ras yang sangat sosial serta tidak suka ditinggal terlalu lama. Mereka cenderung mengikuti pemiliknya ke mana-mana, seolah ingin selalu terlibat dalam setiap aktivitas. Karakter inilah yang bikin Coton de Tulear cocok sebagai anjing keluarga yang penuh kasih.

4. Termasuk ras langka di dunia

Coton de Tulear (commons.wikimedia.org/janbystrom)

Walau populer di kalangan pecinta anjing, Coton de Tulear masih tergolong langka secara global. Populasinya tidak sebanyak ras Pomeranian atau Shih Tzu. Kelangkaan mereka dipengaruhi oleh sejarahnya yang dulu terbatas di Madagaskar. Proses pembiakan ras ini juga dijaga agar kualitasnya tetap stabil. Itulah kenapa tidak semua tempat memiliki peternak resmi Coton de Tulear. Faktor tersebut ikut menjaga nilai dan daya tariknya di mata kolektor maupun pecinta anjing ras.

Coton de Tulear hadir bukan cuma dengan tampilan yang memikat. Ada cerita panjang dan karakter hangat yang menyertainya. Kalau kamu mencari anjing kecil yang dekat dengan manusia dan enak diajak berinteraksi, ras ini layak dipertimbangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team