Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Dampak Berbahaya dari Serangga, Bisa Menyebarkan Penyakit
ilustrasi serangga (pexels.com/Erik Karits)

Serangga adalah salah satu kelompok hewan avertebrata yang paling beragam dan memiliki banyak peran penting di Bumi. Masing-masing dari mereka berperan dalam penyerbukan tanaman, menyebarkan benih, membantu menguraikan organisme mati, serta menjadi sumber makanan bagi hewan lain. Mereka juga menjadi sumber protein yang kaya bagi manusia dan dapat menghasilkan produk berharga, seperti sutra, pewarna lilin, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, di sisi lain banyak serangga yang dapat mendatangkan dampak berbahaya yang cukup serius bagi manusia dan lingkungan. Selain menimbulkan gangguan dan ketidaknyamanan, banyak di antara mereka yang merupakan vektor dari banyak penyakit. Lebih lanjut, berikut beberapa dampak berbahaya dari serangga.

1. Menjadi ancaman signifikan terhadap pertanian

ilustrasi serangga (pexels.com/Philipp Fahlbusch)

Beberapa serangga seperti ulat bulu dan belalang dianggap sebagai hama pertanian sebab kerap memakan daun, biji, dan buah tanaman. Terkadang serangga-serangga ini dapat mewabah secara besar-besaran, yang menyebabkan kerusakan luas dan signifikan pada tanaman hingga dapat mengurangi hasil panen yang mengakibatkan kelangkaan pangan.

Dilansir Sciencing, serangga lain termasuk kutu daun, thrips, dan kumbang penggerek biasa menghisap getah tanaman, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tanaman dan membuat tanaman lebih rentan terhadap penyakit. Karena itu, pengendalian hama serangga ini biasanya dilakukan dengan menyemprotkan pestisida atau dengan metode lain.

2. Perubahan iklim memudahkan jangkauan serangga

ilustrasi serangga (pexels.com/Petr Ganaj)

Kerusakan makhluk hidup lain yang disebabkan oleh serangga salah satunya disertai faktor perubahan iklim. Serangga yang turut menyertai perubahan iklim ini adalah kumbang pinus Eropa yang terbawa ke Amerika Utara hingga merusak pohon pinus dengan cukup parah.

Iklim yang semakin memanas akan memudahkan jangkauan kumbang meluas ke utara. Dengan demikian akan mengakibatkan parahnya kerusakan perkebunan pohon pinus dan juga hutan.

3. Gigitan dan sengatan yang menyakitkan

ilustrasi serangga (pexels.com/Thang Cao)

Banyak serangga yang berbahaya bagi manusia, karena sering kali menyebabkan gigitan dan sengatan yang menyakitkan. Selain dapat menimbulkan iritasi, tapi juga mengakibatkan cedera parah hingga kematian jika serangga-serangga berbahaya ini hidup berkoloni.

Beberapa serangga yang dimaksud yakni semut api dan lebah madu Afrika, mereka akan sangat agresif jika sarangnya diganggu. Contohnya saja jika semut api menggigit tubuh, maka akan menimbulkan rasa gatal yang disertai sensasi seperti terbakar hingga mengalami pembengkakan.

4. Menyebarkan penyakit

ilustrasi serangga (pexels.com/Erik Karits)

Dalam banyak kasus, hewan paling mematikan di dunia adalah nyamuk karena serangga ini yang menyebarkan penyakit malaria dan lainnya. Diperkirakan 700.000 orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Lalat tsetse, yang ditemukan di Afrika, menyebarkan penyakit yang dikenal sebagai penyakit tidur, yang 100 persen berakibat fatal jika tidak diobati, sebagaimana dikutip laman Sciencing.

Serangga lain seperti lalat rumah dapat menularkan organisme penyebab penyakit dari tempat pembuangan sampah atau limbah ke makanan yang dikonsumsi manusia, sehingga mendatangkan penyakit. Beberapa dari serangga tersebut membawa alergen yang dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas seperti asma pada orang yang sakit, ulas laman Riddle Life.

5. Merusak bangunan dan infrastruktur

ilustrasi serangga (pexels.com/Jimmy Chan)

Bahan bangunan dan infrastruktur pun tidak luput dari kerusakan yang disebabkan serangga tertentu. Beberapa spesies seperti rayap dan kumbang bubuk mengonsumsi kayu karena bagian dari makanannya. Di satu sisi, ada serangga lain seperti semut tukang kayu yang tidak memakan kayu, namun semut ini kerap melubangi kayu untuk membuat sarang.

Bahkan, lebah dan tawon memang tidak merusak bangunan atau rumah secara langsung, namun mereka akan membuat sarang di sudut bangunan tertentu. Mereka akan menjadi agresif jika berada di sarang saat merasa terganggu oleh manusia.

Serangga akan menjadi ancaman serius bagi manusia ketika jumlah mereka sangat besar dan mewabah. Dampak yang ditimbulkan olehnya tidak hanya meliputi dampak yang negatif, namun juga dampak positif. Beberapa spesies serangga justru memberi banyak manfaat pada lingkungan dan manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team