side altar di Antoniterkirche tahun 1935. (Evangelisches Gemeindearchiv Köln via museenkoeln.de)
Pernahkah kamu bertanya-tanya, apa agama para anggota Nazi? Jawaban apa yang kamu pikirkan ketika bertanya-tanya seperti itu? Beberapa orang mungkin akan menjawab jika para anggota Nazi tidak memiliki agama atau keyakinan. Sebab perilaku mereka yang bahkan tidak memanusiakan sesama manusia.
Jangan salah. Para anggota Nazi memiliki keyakinan yang disebut Gottglaubigkeit (kepercayaan kepada Tuhan). Gottglaubigkeit atau Gottgläubig adalah istilah keagamaan Nazi untuk orang-orang yang resmi meninggalkan kepercayaan Kristen. Meski begitu, mereka tetap mempertahankan keyakinannya terhadap sosok tertinggi atau pencipta.
... Para calon SSVT didorong untuk meninggalkan keyakinan Kristen mereka dan bergabung dengan kepercayaan kafir Nazi yang disebut sebagai Gottgläubigkeit... — Mesin Militer Hitler – Waffen SS dan Luftwaffe (Nino Oktorino, 2016)
Istilah tersebut ditujukan untuk orang-orang yang percaya akan kehadiran Tuhan, meski tanpa afiliasi lembaga agama apa pun. Nazi tak menjunjung lembaga agama maupun mentoleransi ateisme di keanggotaan mereka. Nah, Gottglaubigkeit adalah jenis agama tak terorganisir yang diakui secara resmi oleh Nazi.
Setiap kata dalam kalimat yang tertulis di buku adalah pintu yang bisa membuatmu berkeliling dunia, tanpa harus membuang tenaga, waktu, dan biaya yang banyak. Itulah mengapa buku "diciptakan". Sebab ketika membaca sejarah, otak bak berubah menjadi seperti rol film yang sedang memutar cuplikan dari imajinasi yang menarik ketika sedang membaca cerita sejarah. Setelahnya akan merasa bahagia karena sudah mendapatkan apa yang diinginkan oleh rasa penasaran kita. Apakah kini kalian sudah tertarik untuk membaca buku sejarah?