Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Fakta Asteroid 7 Iris, Hiasi Langit Malam Ramadan 2026
ilustrasi asteroid 7 Iris (unsplash.com/NASA Hubble Space Telescope)

Langit malam Ramadan 2026 tak hanya dihiasi oleh bintang-bintang, melainkan juga asteroid. Salah satu asteroid yang menampakkan diri di tengah suasana bulan suci adalah asteroid 7 Iris. Asteroid ini bakal mencapai fase oposisi, saat posisinya berlawanan arah dengan Matahari, pada awal Ramadan 2026.

Pada momen tersebut, asteroid 7 Iris berada pada jarak yang relatif lebih dekat dan tampak lebih terang dari biasanya jika diamati dari Bumi. Fenomena ini tentu memicu rasa penasaran, terlebih karena asteroid merupakan salah satu objek yang jarang terlihat di langit. Lantas, kapan waktu terbaik untuk mengamati asteroid 7 Iris? Yuk, simak fakta-fakta menariknya di bawah ini!

1. Asal usul asteroid 7 Iris

ilustrasi asteroid yang berada di luar angkasa (unsplash.com/Javier Miranda)

Asteroid merupakan objek antariksa yang terbentuk dari sisa-sisa batuan, logam, dan karbon yang tertinggal di luar angkasa. Di tata surya sendiri, objek ini sangat umum ditemukan di sabuk asteroid, wilayah yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Di kawasan tersebutlah, asteroid 7 Iris tinggal dan mengorbit Matahari bersama dengan jutaan asteroid lainnya.

Mengutip dari TheSkyLive, asteroid 7 Iris pertama kali ditemukan pada 13 Agustus 1847 oleh John Russel. Objek ini mengorbit Matahari setiap 3,68 tahun sekali. Berdiameter sekitar 200 kilometer, asteroid 7 Iris memiliki bentuk yang tidak beraturan dan termasuk salah satu asteroid berukuran besar yang tinggal di sabuk asteroid.

2. Muncul pada 27 Februari 2026

ilustrasi asteroid 7 Iris (pixabay.com/CharlVera)

Asteroid 7 Iris akan terlihat dari Bumi ketika ia memasuki fase oposisi, saat posisinya berlawanan arah dengan Matahari. Dalam kondisi ini, ia bakal tampak lebih terang dari biasanya dan dapat diamati sepanjang malam. Kabar baiknya, dilansir In-The-Sky.org, fase oposisi asteroid 7 Iris akan terjadi pada 27 Februari 2026.

Di tanggal tersebut, kamu bisa mulai mengamati asteroid 7 Iris pada pukul 19.19–04.22 WIB. Waktu terbaik untuk mengamatinya ketika posisi asteroid berada tepat di atas cakrawala, sekitar pukul 23.50 WIB. Jika terasa terlalu larut untuk bergadang, kamu bisa mengamatinya saat waktu sahur, ketika asteroid sudah berada di ufuk barat sebelum fajar menyingsing.

3. Cara mengamati asteroid 7 Iris

ilustrasi mengamati langit pada malam hari (pexels.com/Lucas Pezeta)

Meski momen oposisi membuat asteroid 7 Iris terlihat sangat terang, cahaya yang dipantulkannya tetap tergolong redup jika diamati dari Bumi. Saat memasuki fase oposisi, asteroid ini berjarak sekitar 226 juta kilometer dari Bumi. Pada jarak tersebut, kecerahannya berada pada kondisi yang paling optimal: magnitudo 8,9.

Meski tingkat kecerahannya sudah maksimal, asteroid 7 Iris tetap tidak bisa diamati dengan mata telanjang. Untuk melihatnya, dibutuhkan setidaknya teropong yang memadai atau teleskop dengan bukaan sedang agar asteroid 7 Iris terlihat sebagai titik cahaya samar di langit malam. Selain itu, pengamatan juga sebaiknya dilakukan di lokasi yang minim polusi cahaya agar objek yang redup ini lebih mudah dikenali di antara bintang-bintang.

Asteroid merupakan salah satu objek astronomi yang bisa muncul di langit karena kondisi tertentu, seperti saat memasuki fase oposisi. Sayangnya, objek ini tetap tergolong sulit diamati dengan mata telanjang karena cahayanya sangat redup dibandingkan bintang atau planet. Oleh karena itu, pengamatan asteroid memerlukan bantuan alat optik dan langit yang gelap agar kehadirannya benar-benar bisa disaksikan secara detail.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎