Bunglon Hutan (inaturalist.org/jayparoline)
Kadal ini berkembang biak dengan cara bertelur, di mana betina dapat menghasilkan dua hingga 14 butir telur dalam sekali masa reproduksi. Telur tersebut diletakkan di dalam tanah yang lembap dan memerlukan waktu sekitar 75 hari untuk menetas.
Berdasarkan data IUCN, status konservasi bunglon hutan saat ini masih berada dalam kategori risiko rendah atau Least Concern. Walaupun populasinya belum terancam punah secara global, perlindungan terhadap hutan primer tetap diperlukan untuk mencegah hilangnya habitat akibat penebangan hutan dan perdagangan satwa liar.
Bunglon hutan bukan sekadar hewan unik dengan kemampuan kamuflase, tetapi juga indikator penting kesehatan ekosistem hutan lembap. Ketergantungan mereka pada lingkungan yang stabil menjadikan keberadaan bunglon sangat rentan terhadap kerusakan habitat, seperti deforestasi dan perubahan iklim. Oleh karena itu, menjaga kelestarian hutan lembap tidak hanya dengan melindungi bunglon, tetapi juga mempertahankan keseimbangan keanekaragaman hayati secara keseluruhan. Dengan memahami fakta-fakta tentang bunglon hutan, diharapkan kesadaran kita untuk menjaga habitat alami mereka makin meningkat.