Selanjutnya ada fakta burung maleo terakhir yang memprihatinkan akan keberadaan burung maleo di alam. Badan konservasi International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan burung maleo dalam kategori endangered atau hampir punah. Artinya, burung maleo sudah termasuk hewan yang terancam punah. Hal ini memang sudah diprediksi, karena maraknya pembukaan lahan baru, penebangan liar, kebakaran hutan dan menghilangnya habitat burung tersebut.
Selain itu, salah satu penyebab utama kepunahan burung maleo tidak lain adalah perburuan liar terhadap burung maleo dan pencurian telurnya oleh manusia yang masih tinggi. Belum lagi adanya ancaman dari hewan predator, seperti ular dan biawak.
Untuk mengatasi kepunahan burung maleo pemerintah telah menggencarkan berbagai upaya pelestarian, di antaranya dengan membuat suaka marga satwa maleo di Hungayono Gorontalo, Tambun, dan Muarapusian.
Nah, itulah beberapa fakta menarik mengenai burung maleo. Semoga dengan berjalannya waktu, populasi si maleo kembali normal dan kita tetap bisa melihat keunikan-keunikanya di masa depan kelak.
Kenapa Maleo terkenal unik dalam bertelur? | Maleo tidak mengerami telurnya, mereka mengubur telur di pasir atau tanah hangat (mis. panas dari aktivitas vulkanik) dan menggunakan panas bumi sebagai inkubator alami. |
Bagaimana bayi Maleo menetas tanpa bantuan induk? | Setelah menetas, bayi Maleo terlalu besar dan kuat sehingga dapat langsung menggali keluar dari dalam tanah sendirian dan terbang tanpa perlu diasuh panjang oleh induknya. |
Di mana Maleo biasanya mengubur telurnya? | Maleo memilih tanah pasir di pantai, vulkanik hangat, atau tempat yang menerima panas matahari kuat sebagai lokasi penguburan telur agar suhu stabil untuk perkembangan embrio. |