ikan Molly Amazon (Commons.wikimedia.org)
Sekilas, reproduksi aseksual dari Molly Amazon tampak menuntungkan karena dapat menjaga populasi ikan ini tetap stabil. Namun, kloning berulang dari gen yang sama ini diperkirakan akan memakan korban.
Jika induk Molly Amazon beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya, dia akan mencapai usia dewasa, bereproduksi, dan mewariskan gen sukses yang sama. Namun, apa yang terjadi jika kondisi lingkungan dalam ekosistem berubah?
Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, variasi genetik membuat individu beradaptasi lebih baik dengan perubahan lingkungan. Pada Molly Amazon, seleksi alam semacam ini tidak dapat terjadi.
Masalah lainnya ialah mutasi. Perubahan DNA bisa berbahaya bagi spesies apa pun. Dengan reproduksi seksual, ada kemungkinan pencampuran genetik, yang selanjutnya mengurangi atau meniadakan efek mutasi ini. Namun, dengan reproduksi aseksual, ini tidak mungkin. Diperkirakan bahwa akumulasi mutasi berbahaya, pada waktunya, akan menyebabkan kepunahan.
Menurut ahli, Molly Amazon seharusnya mati setelah sekitar 20.000 generasi reproduksi aseksual. Namun, penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature pada tahun 2018 menggunakan pengurutan genom untuk merekonstruksi silsilah keluarga spesies tersebut menemukan bahwa Molly Amazon telah bereproduksi secara aseksual sejak 100.000 tahun yang lalu. Kisah ikan kecil ini menjadi temuan baru dalam genetika evolusioner.
Menarik sekali bukan? Ikan yang dari luar tampaknya biasa saja ternyata menyimpan kisah menarik. Semoga, ini bisa menambah ketertarikanmu untuk mempelajari bidang fauna.