Bukan rahasia lagi bahwa sejarah politik Irak penuh dengan kerusuhan dan kekerasan. Ternyata, itu bukan hal baru. Beberapa rakyat Irak menyalahkan kejatuhan keluarga kerajaan dari 60 tahun yang lalu sebagai penyebab utama konflik yang terjadi akhir-akhir ini.
Setelah itu, muncul republik yang tidak stabil. Dibandingkan dengan itu, serta masalah-masalah dari 20 tahun terakhir, era keluarga kerajaan yang relatif makmur tampak seperti "zaman keemasan." Sayangnya, tidak ada sesuatu pun yang abadi, termasuk peradaban.
Di samping itu, tidak semua kepemimpinan sempurna. Kesenjangan yang tajam antara si kaya dan si miskin, serta ketidakpuasan atas pengaruh Barat di negara itu, yang akhirnya mencetuskan beberapa konflik. Kerusuhan itu menyebabkan pemberontakan dan kudeta pada tahun 1958. Arab News melaporkan bahwa kekerasan yang terjadi saat kudeta itu adalah pertanda dari masa depan Irak. Sayangnya, pemimpin kudeta itu dibunuh hanya 5 tahun kemudian. Kematiannya seperti sebuah karma, karena pada tahun 1958, pasukannya telah memusnahkan keluarga kerajaan Irak. Bagaimana sejarahnya?
