Apakah selingkuh sudah semestinya salah si dia? Bagaimana kalau kamu tanyakan ke dirimu sendiri? Apakah kamu penyebabnya? Apakah egomu yang menyebabkannya?
Hal kedua adalah jangan lihat orang lain. Coba lihat dirimu sendiri.
Fisher tidak menyangkal bahwa rasa cemburu yang terus-menerus ada kalanya adalah sinyal bahwa dirimu sebenarnya mengidap gangguan psikologis. Entah rasa waswas atau minder berlebihan, hal tersebut bisa menghalangimu mendapatkan si dia atau malah membuat si dia menjauh darimu.
Kamu merasa insecure karena bentuk tubuhmu? Karena napasmu? Karena model rambutmu? Atau, kamu baru saja mengakhiri hubungan toxic yang membuatmu susah percaya orang lain lagi?
Lalu, kamu cemburu dengan si dia karena hal itu?
Hati-hati dengan rasa minder dan "tembok" yang kamu buat. Karena alih-alih membuatmu bahagia, kedua hal tersebut malah semakin membuatmu terperosok ke dalam jurang kesendirian!
Pasanganmu ada di situ bukan karena napasmu, atau bentuk tubuhmu, atau rambutmu. Dengan ada di pelukanmu, ia menerimamu apa adanya dan ia setuju untuk membantumu berubah ke arah yang lebih baik. Jika kamu terus-terusan minder dan bersembunyi di balik "tembok" itu, jangan salahkan dia jika ia pergi.
Kalau itu kamu, tidak apa-apa. Tetap tenang, dan periksakan dirimu ke psikolog agar kamu dapat segera pulih. Demi kamu juga!