"Tipuan atau permen!"
"Trick or treat!"
Itulah seruan yang akan kamu dengar saat kamu membuka pintu di hari raya Halloween yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober tiap tahun. Tentu saja, tidak ada yang minta "tipuan" dan permen pun langsung diberikan pada anak-anak manis berserta kostum imut dan menyeramkan mereka.
Namun, nampaknya, perayaan Halloween tahun ini akan tidak begitu meriah, mengingat dunia tengah menghadapi pandemi penyakit virus corona baru (COVID-19) yang memaksa semua orang berdiam di rumah.
Meskipun begitu, Indonesia pun pada dasarnya tidak menganggap Halloween sebagai hari raya. Bahkan, dengan berbagai takhayul dan sejarah kelam yang melingkupinya, Indonesia menolak perayaan tradisional tersebut dan mencapnya sebagai salah satu hari "pemujaan setan"! Namun, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa titik di Indonesia nampak menggunakan tema Halloween sebagai keseruan liburan menjelang akhir tahun.
Apa itu Halloween? Mengapa Halloween amat erat dengan konsep mistis? Dan, kenapa harus labu dan permen? Ternyata, berbagai aspek perayaan Halloween pun memiliki sejarahnya sendiri. Inilah fakta-fakta mengenai sejarah Halloween.