Ketika kita memikirkan mitologi Yunani, kita cenderung menganggap Zeus, Hera, Poseidon, dan saudara-saudara mereka sebagai entitas tertinggi di Yunani. Faktanya, para dewa Olympus bukanlah yang pertama—atau bahkan yang kedua—yang memiliki andil dalam pembentukan dunia.
Sekitar tahun 700 SM, seorang penyair bernama Hesiod menjelaskan asal mula para dewa-dewi Yunani dalam karyanya, Theogony. Menurut History, Hesiod menceritakan kisah perjalanan alam semesta dari ketiadaan atau Chaos, yang kemudian menurunkan Gaia (bumi), Ouranos atau Uranus (langit), Pontos (laut) dan Tartaros (dunia bawah).
Gaia kemudian menikah dengan Uranus dan menghasilkan banyak keturunan, salah satunya adalah Titan Cronus atau Kronos. Kronos, pada gilirannya, mengambil saudara perempuannya, Rhea, sebagai istrinya dan melahirkan para dewa Olympus—Hestia, Demeter, Hera, Hades, Poseidon, dan yang termuda, Zeus.
Kronos sendiri tahu kalau ia akan mendapatkan "karma" karena telah menggulingkan ayahnya sendiri, Uranus. Oleh karena itu, ia menelan anak-anaknya sendiri. Namun, Gaia dan Rhea menyelamatkan Zeus, yang kemudian membebaskan saudara-saudaranya dan mengalahkan Kronos. Bersama-sama, mereka memerintah sebagai dewa Olympus.