Ilustrasi sampah plastik di pantai (pexels.com/Catherine Sheila)
Sifat kimia yang membuat plastik menjadi bahan yang sangat berguna dan tahan lama juga membuatnya sulit untuk dibuang, beberapa jenis plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk dapat terurai di alam. Plastik sintetis memiliki keuntungan tambahan yang tampaknya bertahan selamanya. Tidak ada organisme yang berevolusi yang mampu mencerna materi yang rumit dan asing ini.
Plastik terbuat dari bahan polimer sintetis yang sangat tahan lama ini menjadi bahan yang dikonsumsi secara kolektif oleh masyarakat. Inilah sebab permasalahan plastik karena penumpukan limbah plastik atau juga disebut partikel mikroskopis plastik mencemari laut, udara yang ada dalam ekosistem kita.
Dampak dari pencemaran tersebut tentu amat berbahaya pada mahkluk hidup. Tidak hanya manusia, tumbuhan dan hewan pun terkana dampak dari limbah mikroplastik.
Banyak sampah plastik yang berakhir di lautan sekitar 8 juta ton per tahun. Ini sangat banyak dan diperkiran akan terus meningkat, sehingga lautan akan terisi plastik bukan ikan pada tahun 2050 menurut Ellen MacArthur Foundation dalam The New Plastics Economy.
Hewan laut terus terjebak dalam lingkungan yang penuh plastik hingga menelannya. Sudah tidak asing lagi kita dengan pemberitaan hewan-hewan yang ditemukan mati dengan sampah plastik di perutnya.
Itulah rangkain sejarah terciptanya plastik yang telah hadir memenuhi lingkungan kita. Dampak pencemaran yang diakibatkan plastik memang tidak main-main, namun apakah kita harus meninggalkan penggunaan plastik? Ini adalah masalah yang cukup kompleks dan rumit.
Plastik bukan satu-satunya tantangan lingkungan yang kita hadapi. Beberapa pengganti plastik juga memiliki dampak lingkungan yang lebih besar. Kita dihadapkan dengan tawar-menawar yang rumit karena semuanya berdampak dan sulit menumukan keseimbangan yang tepat.
Tindakan kecil kita sehari-hari memiliki pangaruh besar, contohnya dengan menolak menggunakan plastik sekali pakai, ajak teman dan keluarga untuk melakukan hal yang sama. Bersama-sama kita bisa mengurangi sampah plastik!
Apa itu "Bakelite" dan mengapa ia penting? | Bakelite, yang ditemukan oleh Leo Baekeland pada 1907, adalah plastik sepenuhnya sintetis pertama (tidak mengandung molekul yang ditemukan di alam). Bahan ini tahan panas dan tidak menghantarkan listrik, sehingga memicu ledakan industri elektronik. |
Kapan plastik mulai diproduksi secara massal? | Produksi plastik meningkat drastis selama Perang Dunia II. Plastik digunakan untuk segala hal, mulai dari parasut hingga komponen pesawat, karena bahan alami seperti baja dan karet sangat langka saat itu. |
Mengapa plastik yang awalnya dianggap penyelamat kini menjadi masalah lingkungan? | Karena sifatnya yang sangat tahan lama dan sulit terurai secara alami. Setelah perang, industri beralih memproduksi barang sekali pakai yang murah, sehingga sampah plastik menumpuk di lautan dan ekosistem |