Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Terik Asia, Memiliki Pola Kerah yang Unik
ilustrasi terik Asia (commons.wikimedia.org/JJ Harisson)

Pernahkah kamu mendengar tentang terik Asia? Terik Asia (Glareola maldivarum) adalah burung pemakan serangga yang memikat dengan karakteristik uniknya. Ditemukan di berbagai wilayah Asia, burung ini memiliki penampilan yang menarik dan kebiasaan sosial yang menarik perhatian para ahli burung dan pengamat alam.

Musim kawin spesies terik asia ini di sebagian besar wilayahnya adalah dari April hingga Juni. Mereka berkembang biak di koloni yang longgar.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi tujuh fakta unik tentang terik Asia, dari habitatnya hingga kehidupan sosialnya yang menarik. Check it out!

1. Seperti namanya, burung terik Asia hidup di wilayah Asia

ilustrasi terik Asia (commons.wikimedia.org/Surendhar Boobalan)

Melansir Animalia Bio, terik Asia menyebar di berbagai wilayah Asia, termasuk China, Hong Kong, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Mongolia, Taiwan, India, Bangladesh, Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal , Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Pakistan. 

Mereka biasanya ditemukan di dataran rendah yang terbuka, seperti padang rumput, sawah, dan tepi sungai. Terik Asia adalah burung yang teradaptasi dengan baik dengan lingkungan yang panas dan kering.

2. Terik Asia memiliki penampilan fisik yang memukau

ilustrasi terik Asia (commons.wikimedia.org/Christopher Watson)

Terik Asia memiliki penampilan yang mencolok. Mereka memiliki ukuran tubuh sedang dengan panjang sekitar 20-25 cm. Warna bulu mereka umumnya cokelat keabu-abuan di bagian atas tubuh dan putih di bagian bawah. Di bagian bawah, dagu dan tenggorokan mereka berwarna jingga kekuningan, dibatasi kerah hitam-putih memanjang hingga lores dan pangkal rahang atas. Dada bagian atas berwarna cokelat dan berwarna putih di bagian perut dan bawah.

Di bagian bawah sayap, bulu mereka berwarna kehitaman. Sedangkan, bagian underwing-coverts dan axillaries berwarna kastanye. Paruhnya berwarna hitam dan matanya berwarna coklat tua dengan pola bulan sabit putih di bawahnya. 

3. Terik Asia termasuk dalam keluarga burung Charadriidae

ilustrasi terik Asia (commons.wikimedia.org/GnanaskandanK)

Dilansir Oz Animals, terik Asia termasuk dalam keluarga burung Charadriidae dan genus Glareola. Ada tiga subspesies yang diakui, yaitu G. m. orientalis, G. m. maldivarum, dan G. m. bengalensis. Setiap subspesies memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya, seperti pola warna bulu atau ukuran tubuh yang sedikit berbeda.

Dalam taksonomi, terik Asia juga dikenal dengan sebutan "swallow plover" karena memiliki kemiripan dengan burung layang-layang dalam gaya terbangnya. Namun, meskipun memiliki kesamaan dengan burung layang-layang, terik Asia tetaplah menjadi spesies burung pemakan serangga yang unik dan berbeda dari keluarga burung lainnya.

4. Mereka bermigrasi

ilustrasi terik Asia (commons.wikimedia.org/Imran Shah)

Salah satu fakta menarik tentang terik Asia adalah kebiasaan migrasinya yang luar biasa. Mereka adalah burung pengembara yang melakukan perjalanan panjang setiap tahunnya. Pada musim panas, mereka bermigrasi ke wilayah utara Asia, termasuk Rusia, Mongolia, dan China, untuk mencari sumber makanan yang melimpah. Selama musim dingin, Terik Asia kembali ke wilayah asal mereka di Asia Selatan dan Tenggara.

Perjalanan migrasi terik Asia sangat menarik, dengan jarak tempuh yang dapat mencapai ribuan kilometer. Mereka melakukan migrasi secara berkelompok, membentuk kawanan yang besar saat terbang bersama-sama. Perjalanan migrasi ini membutuhkan ketahanan fisik yang kuat dan kemampuan navigasi yang hebat untuk menemukan jalur migrasi yang tepat.

5. Terik Asia adalah pemakan serangga

ilustrasi terik Asia (commons.wikimedia.org/Charles Lam)

Terik Asia adalah pemakan serangga yang ahli. Menurut Indian Bird, mereka terutama memangsa serangga terbang seperti lalat, jangkrik, belalang, ngengat, dan rayap. Mereka menggunakan teknik khas dengan berputar-putar di udara saat memburu mangsa mereka. 

Pada saat terbang, terik Asia menggunakan bentuk tubuh dan sayap yang aerodinamis untuk memudahkan manuver di udara. Mereka mampu melakukan perubahan arah yang tiba-tiba dan mengguncang sayap mereka secara cepat untuk mengejar serangga yang lewat. Kemampuan mereka dalam memburu serangga dengan presisi dan kecepatan membuat mereka menjadi predator yang efektif dalam mengendalikan populasi serangga di lingkungan mereka.

6. Mereka setia terhadap pasangan

ilustrasi terik Asia (commons.wikimedia.org/Mprasannak)

Dilansir Oiseaux Birds, terik Asia bersifat monogami, yang berarti mereka biasanya setia pada satu pasangan sepanjang hidup mereka. Mereka seringkali membentuk ikatan yang kuat dengan pasangan mereka dan melakukan kegiatan bersama dalam mencari makanan, membangun sarang, dan merawat keturunan mereka.

Pasangan terik Asia bekerja sama dalam proses perkembangbiakan, bergantian mengerami telur dan memberikan perhatian terhadap anak-anak mereka setelah menetas. Mereka berbagi tugas dalam mengasuh anak-anak, mencari makanan, dan melindungi sarang dari ancaman predator. 

7. Terik Asia sangat sosial

ilustrasi terik Asia (commons.wikimedia.org/Hari K Patibanda)

Terik Asia adalah burung yang sangat sosial. Mereka seringkali terlihat berkelompok besar saat mencari makanan atau saat beristirahat. Selama migrasi, mereka terbang dalam formasi besar yang disebut "v" atau "jala-jala" untuk mengurangi hambatan udara dan memaksimalkan efisiensi terbang.

Ketika sedang beristirahat, terik Asia sering berkumpul di daerah terbuka, seperti padang rumput atau dataran rendah yang luas. Mereka membentuk kelompok yang terdiri dari puluhan hingga ratusan individu. Selama beristirahat, mereka saling berinteraksi, berkomunikasi melalui panggilan khas mereka, dan menjaga keamanan kelompok. Interaksi sosial ini tidak hanya terbatas pada sesama terik Asia, tetapi juga dengan spesies burung lainnya, seperti burung air, burung camar, dan bahkan burung pemangsa seperti elang. 

Terik Asia memang burung yang menarik, ya. Dengan pengetahuan ini, yuk, kita bersama-sama menjaga kelestariannya di alam liar!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team