ilustrasi salah satu ubur-ubur irukandji, Malo kingi (commons.wikimedia.org/GondwanaGirl)
Sekitar tahun 1960-an, Jack Barnes, praktisi medis sekaligus ahli toksin menginvestigasi ubur-ubur kotak kecil yang sering dikaitkan dengan simtom bernama 'Sindrom Irukandji'. Berdasarkan informasi laman Australian Dictionary of Biography, ternyata Jack Barnes menangkap ubur-ubur tersebut dan secara sengaja membiarkan ubur-ubur menyengat dirinya, anaknya, dan seorang penjaga pantai.
Hal ini dilakukan Jack Barnes untuk mencari tahu apa yang menyebabkan 'Sindrom Irukandji'. Ketiganya menderita sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. Kabar baiknya, mereka berhasil bertahan hidup.
Ubur-ubur kotak kecil yang baru ini akhirnya dinamakan Carukia barnesi. Seperti yang dapat kamu lihat, nama barnesi diambil dari kata 'Barnes'. Makhluk laut ini lebih sering disebut 'Ubur-ubur Irukandji' meskipun Irukandji terbagi menjadi banyak spesies yang juga mencakup Carukia barnesi.
Itulah lima fakta mengenai ubur-ubur Irukandji. Meskipun masih kalah dalam kategori 'makhluk laut paling mematikan' dibandingkan ubur-ubur kotak Australia (Chironex fleckeri), rasa sakit dan bahkan potensi kematian yang ditimbulkan racun ubur-ubur Irukandji tidak dapat diremehkan. Bagaimana pendapat kamu?