burung snowy egret dengan bulu cantiknya (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)
Keindahan bulu snowy egret sempat menarik perhatian banyak orang. Bulunya banyak diambil untuk dekorasi topi wanita yang sedang tren pada zaman dulu. Mengutip Tennessee Wildlife Resources Agency, pada tahun 1886 lalu, bulu snowy egret sampai dihargai 32 dollar per ons. Sebagai gambaran, itu dua kali dari harga emas pada saat itu.
Tren mode berpakaian dan harga yang menggiurkan bikin para pemburu ramai-ramai berburu burung satu ini. Perburuan yang tak terkendali ini terjadi pada akhir tahun 1800an dan awal 1900an. Karena perburuan liar, angka populasi snowy egret sampai turun 95 persen.
Untungnya, Migratory Bird Treaty Act disahkan pada tahun 1918 dan melindungi banyak spesies burung dari perburuan dan perdagangan, termasuk snowy egret. Berkat hal itu, angka populasi snowy egret bisa kembali pulih sampai saat ini. Peningkatan populasinya juga dipengaruhi oleh perubahan tren berpakaian dan usaha konservasi yang ketat.
Beberapa fakta unik burung snowy egret diharapkan bisa jadi pelajaran untuk tidak melakukan perburuan secara semena-mena. Kisahnya juga menunjukkan kalau usaha konservasi dari berbagai pihak dan peraturan ketat bisa melindungi satu spesies dari kepunahan. Semoga keberadaan hewan lain bisa lebih terjaga dan diselamatkan dari kepunahan, ya.