lebah tanpa sengat ramping (inaturalist.org/Carlos Alexandre Mattos Raposo)
Tubuh kecil dan ketidakhadiran sengat tak membuat hewan ini kehilangan kemampuan untuk memproduksi madu. Artikel di jurnal Interciencia menjelaskan bahwa lebah tanpa sengat ramping mampu memproduksi madu yang dikenal sebagai miel de angelita atau madu malaikat kecil. Bukan sekadar madu, kandungan di dalamnya sangat bermanfaat bagi manusia, lho.
Madu lebah ini dipercaya memiliki kandungan yang bisa menjadi obat alami bagi manusia. Secara spesifik, madunya memiliki efek antibakterial dan mampu menghalau infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Karena hal tersebut, harga madunya cukup tinggi. Bahkan banderol harganya bisa 10 kali lebih tinggi dari madu biasa yang dihasilkan oleh lebah lain.
Bukan sekadar serangga kecil yang beterbangan dari satu bunga ke bunga lain, lebah tanpa sengat ramping merupakan hewan yang penting. Kekurangan yang ia miliki juga tertutup oleh berbagai kelebihan luar biasa. Maka dari itu, lebah tanpa sengat ramping membuktikan bahwa hewan kecil sekalipun tak bisa diremehkan. Sebab, tubuh kecilnya pasti menyimpan berbagai keunikan.
Kenapa lebah ini disebut “tanpa sengat”? | Lebah ini memang tidak memiliki sengat, sehingga tidak berbahaya bagi manusia. Meski tanpa sengat, mereka tetap (gengsi) mempertahankan koloni melalui strategi lain seperti pasukan khusus yang menjaga sarang. |
Berapa banyak lebah dalam satu koloni? | Satu koloni lebah tanpa sengat ramping bisa berisikan hingga sekitar 10.000 ekor, dan mereka bekerjasama untuk membangun serta menjaga sarangnya secara kolektif. |
Apa manfaat lain dari lebah tanpa sengat ini? | Selain membantu penyerbukan, lebah ini juga menghasilkan madu yang dipandang berkhasiat sebagai obat atau antimikroba alami oleh beberapa komunitas; madu mereka sering dipakai dalam pengobatan tradisional. |