Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Singa Laut Amerika Selatan, Bobotnya 350 Kilogram
singa laut amerika selatan (commons.wikimedia.org/Enrique González)
  • Singa laut Amerika Selatan adalah mamalia laut besar dengan jantan berbobot hingga 350 kilogram dan betina lebih kecil, hidup berkelompok di pesisir Amerika Selatan.
  • Hewan ini memiliki musim kawin dua bulan antara Desember–Februari, bersifat poligini, dan bayi mulai belajar berenang pada usia 3–4 minggu.
  • Suara singa laut berbeda menurut usia dan jenis kelamin, serta memiliki hubungan panjang dengan manusia sejak masa Suku Moche hingga kini populasinya stabil sekitar 256.000 individu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hidup di laut bukanlah hal yang mudah, khususnya bagi mamalia. Sebab, tubuh mamalia sebenarnya dirancang untuk hidup di daratan. Meski begitu, ada mamalia yang sudah berevolusi untuk hidup di laut, lho. Salah satunya adalah singa laut amerika selatan (Otaria flavescens) yang merupakan ahlinya berenang.

Seperti namanya, hewan seberat ratusan kilogram tersebut hidup di wilayah Amerika Selatan. Ia punya suara yang khas, bahkan suaranya bisa digunakan untuk membedakan usia dan jenis kelamin. Populasi hewan ini juga melimpah dan ia memiliki hubungan yang unik dengan manusia. Bagaimana kehidupan singa laut amerika selatan? Yuk, kita ulik lewat berbagai fakta berikut.

1. Merupakan salah satu spesies terbesar

singa laut amerika selatan (commons.wikimedia.org/Killy Ridols)

Dilansir JungleDragon, singa laut amerika selatan jantan punya panjang maksimal 2.73 meter dan bobot yang mencapai 350 kilogram. Sementara itu, individu betina jauh lebih kecil dengan panjang 1.8-2 meter dan bobot maksimal di angka 150 kilogram. Karena ukuran raksasanya tersebut, ia menyandang gelar sebagai salah satu spesies terbesar dari famili Otariidae (eared seals).

Individu jantan juga memiliki kepala yang lebih besar, moncong pendek, dan rambut tipis yang membentang hingga ke bahu, serupa dengan singa. Tentunya, individu betina tidak memiliki rambut tersebut. Warna tubuh singa laut jantan umumnya adalah cokelat gelap. Individu betina punya warna yang sedikit lebih cerah, yaitu cokelat kekuningan.

2. Distribusinya mencakup pesisir Amerika Selatan

singa laut amerika selatan (commons.wikimedia.org/Carlos Ponte)

Seperti namanya, mamalia berukuran besar tersebut bisa ditemukan di pesisir pantai Amerika Selatan. Dilansir Rancho Texas Park, wilayah penyebaran alaminya mencakup daerah Brazil, Argentina, Chile, Peru, hingga Kepulauan Falkland di Samudra Pasifik. Habitatnya tak jauh dari pantai berpasir, pinggir laut berbatu, zona intertidal, zona neritik, dan area pelagis di laut lepas. Singa laut amerika selatan juga hidup berkelompok dan kerap terlihat berkumpul di pinggir pantai, entah itu untuk mencari makanan, kawin, atau sekadar beristirahat.

3. Musim kawinnya berlangsung selama dua bulan

singa laut amerika selatan (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Laman Animalia menjelaskan kalau singa laut amerika selatan menjalani gaya hidup polygynous yang artinya ia akan kawin dengan banyak pasangan dalam satu masa reproduksi. Musim kawinnya sendiri berlangsung selama dua bulan dari Desember hingga Februari. Saat musim kawin, individu jantan akan berubah menjadi agresif, teritorial, dan ketertarikannya dengan lawan jenis meningkat.

Untuk menarik perhatian lawan jenis, singa laut amerika selatan akan mengeluarkan suara keras. Selain itu, singa laut jantan akan mendekati, mengendus, bahkan menggigit betina dengan pelan. Jika menemukan pasangan, hewan ini akan kawin dan singa laut betina akan mengandung seekor bayi selama 11-12 bulan. Ketika berusia 3-4 minggu, bayinya mulai belajar berenang.

4. Serigala amerika selatan bisa dikenali dari suaranya

singa laut amerika selatan (commons.wikimedia.org/Gzen92)

Penelitian pada 1999 mengungkap fakta bahwa singa laut amerika selatan bisa mengeluarkan suara yang berbeda tergantung dari jenis kelamin dan usianya. Hal tersebut membuat hewan ini mudah dikenali. Singa laut jantan dewasa bisa mengeluarkan suara keras dengan nada yang tinggi saat sedang agresif dan akan menggeram ketika sedang membuat teritori. Individu betina dan anakan bisa mengeluarkan suara yang lebih rendah dalam rangka memanggil satu sama lain. Menariknya, tiap individu bisa memiliki suara yang khas, mirip dengan manusia.

5. Hubungan singa laut amerika selatan dengan manusia

singa laut amerika selatan (commons.wikimedia.org/Mar del Sur)

Hubungan singa laut amerika selatan sudah terjalin sejak ratusan tahun yang lalu dan hal tersebut tercermin dari berbagai peninggalan arkeologi. Dilansir iNaturalist, Suku Moche yang tingga di Peru kuno menyembah laut dan hewan di dalamnya termasuk singa laut. Tak hanya itu, bahkan mereka juga membuat patung singa laut amerika selatan berukuran kecil.

Selain hubungan baik, hubungan buruk juga terjadi karena masyarakat lokal dan penjajah dari Eropa sempat memburu singa laut amerika selatan pada abad ke-16. Pemburuan tersebut sempat mengancam populasi singa laut amerika selatan. Untungnya, perburuan tersebut sudah lama berhenti. Sekarang, populasi singa laut amerika selatan terhitung stabil dengan adanya 256.000 individu di alam liar.

Kehidupan singa laut amerika selatan penuh dengan lika-liku, entah dari laut, manusia, atau dari kehidupan singa laut itu sendiri. Fakta tersebut merupakan bukti kalau hewan laut sekalipun memiliki dinamika kehidupan yang tak kalah kompleks dengan manusia. Jadi, singa laut amerika selatan bukan sekadar hewan liar. Namun, ia adalah makhluk hidup dengan sejuta dilema, sama dengan manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team