Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi langit malam
ilustrasi langit malam (pixabay.com/jplenio)

Bulan Ramadan 2026 akan tiba dalam hitungan hari. Tak hanya umat Islam, alam pun seolah-olah tak sabar menyambut datangnya bulan penuh kebaikan tersebut. Hal ini tampak dari sederet fenomena langit yang akan terjadi jelang Ramadan 2026.

Seperti diketahui, langit memiliki banyak kejutan yang selalu berhasil membuat siapa pun terpana melihatnya. Jelang Ramadan 2026, langit menyuguhkan sejumlah fenomena memukau dan spektakuler, menciptakan pemandangan tak biasa yang menarik untuk diamati. Setidaknya, ada 3 peristiwa yang menghiasi cakrawala sebelum puasa dimulai.

Fenomena langit apa sajakah yang hadir menjelang Ramadan? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

1. Gerhana matahari cincin

ilustrasi gerhana matahari cincin (pexels.com/Eclipse Chasers)

Gerhana matahari cincin atau ring of fire jadi fenomena gerhana matahari pertama yang terjadi di 2026. Fenomena ini muncul pada 17 Februari 2026, tepat dua hari sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Namun sayangnya, peristiwa cincin api tersebut tidak bisa diamati di Indonesia.

Mengutip dari Space, gerhana matahari cincin 17 Februari 2026 hanya melewati wilayah sunyi dan minim penduduk. Jalur utamanya melintasi Antarktika bagian barat dan berlanjut ke pantai Laut Davis di Samudra Selatan. Karena rutenya didominasi kawasan terpencil dan perairan, hanya sedikit wilayah berpenghuni yang bisa menyaksikan cincin api secara penuh.

2. Komet Wierzchos mendekat ke Bumi

ilustrasi komet Wierzchos (pixabay.com/BENG-ART)

Di waktu yang sama dengan munculnya gerhana matahari cincin, komet C/2024 E1 (Wierzchos) juga mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada 17 Februari 2026. Kondisi tersebut membuat komet ini berpeluang lebih mudah diamati dari wilayah tertentu, termasuk Indonesia. Dilansir In-the-Sky, Komet Wierzchos mulai terlihat sekitar pukul 19.05 WIB di langit barat daya dan terbenam sekitar pukul 21.40 WIB.

Sebelumnya, komet ini telah melintasi titik terdekatnya dengan Matahari pada 20 Januari 2026. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 26 Januari 2026, komet Wierzchos mencapai puncak kecerahannya, yang mana momen tersebut jadi waktu terbaik untuk mengamatinya dari Bumi. Kemunculan komet dan gerhana pada waktu yang berdekatan ini membuat suasana jelang Ramadan 2026 terasa semakin istimewa.

3. Konjungsi Bulan dan Merkurius

ilustrasi konjungsi Bulan dan Merkurius. (freepik.com/wirestock)

Merkurius mencapai titik terbaiknya untuk diamati pada 18–19 Februari 2026. Tak sendiri, planet yang kerap disebut bintang senja ini ditemani oleh Bulan yang baru memasuki fase sabit awal. Dalam astronomi, kondisi pertemuan semu objek langit tersebut dikenal dengan fenomena konjungsi.

Artinya, Bulan dan Merkurius akan tampak saling berdekatan di langit apabila diamati dari Bumi. Jika cuaca cerah dan tidak berawan, dua objek astronomi ini bisa diamati pada pukul 18.30 WIB di tanggal 19 Februari. Fenomena konjungsi Bulan dan Merkurius tersebut seolah jadi momen pembuka sekaligus penyambut datangnya Ramadan 2026.

Meski terjadi jelang Ramadan 2026, perlu dicatat bahwa fenomena-fenomena di atas tidak memiliki kaitan khusus dengan datangnya bulan puasa. Seluruhnya merupakan peristiwa astronomi yang terjadi secara alami dan dapat dijelaskan dengan sains. Namun, kemunculan gerhana, komet, dan planet yang berdekatan dengan momen jelang Ramadan membuat fenomena-fenomena ini terasa lebih istimewa. Apakah kamu sempat atau akan menyaksikan salah satunya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team