ilustrasi hujan meteor (pixabay.com/TeeFarm)
Dilansir Sky & Telescope, tahun 2026 akan diramaikan oleh setidaknya delapan hujan meteor dengan intensitas tinggi yang terjadi sepanjang tahun. Hujan meteor ini berasal dari serpihan komet atau asteroid di luar angkasa yang tertarik oleh gravitasi Bumi. Beberapa hujan meteor paling menonjol muncul di awal tahun, seperti Quadrantids pada Januari dan Lyrids pada April, yang dikenal memiliki laju meteor cukup tinggi.
Aktivitas tersebut berlanjut pada pertengahan tahun melalui Eta Aquariids di Mei serta Delta Aquariids di akhir Juli. Memasuki paruh akhir tahun, Perseids di Agustus dan Orionids di Oktober kembali jadi favorit pengamat langit karena meteornya relatif terang dan mudah diamati. Kemudian, di penghujung tahun, Geminids dan Ursids di Desember menjadi puncak hujan meteor terakhir yang kerap menawarkan pertunjukan langit paling konsisten.
Fenomena-fenomena langit yang berulang di atas merupakan bukti bahwa semesta memiliki siklus yang terus bergerak. Meski tampak jauh dan abstrak, peristiwa-peristiwa ini hadir dengan pola yang bisa diprediksi. Tahun 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana langit menyimpan keteraturan di balik keindahannya. Jadi, sudah siap menyambut fenomena-fenomena spektakuler tersebut?