Patut diketahui kalau sebelum melakukan blunder ini, Napoleon tidak mengenal apapun selain kemenangan dalam karier militernya. Pada saat itu, dia telah menaklukkan hampir separuh wilayah Eropa di bawah kepemimpinannya. Kita semua tahu bagaimana hasil akhirnya, di mana invasi ini menjadi salah satu keputusan terburuk dalam sejarah militer.
Untuk melancarkan invasinya, Napoleon membawa pasukannya, Grande Armée. Melansir dari History, para sejarawan berpendapat kalau sekitar 450.000 sampai 650.000 Grande Armée berhasil menyeberangi Sungai Niemen dan melawan sekitar 200.000 tentara Rusia.
Sayangnya, pasukan Rusia mundur ke sisi lain dari wilayah mereka yang sangat luas dan mulai membakar semua kota penting yang ditinggalkan, termasuk Moscow. Merasa kesal karena tidak bisa menggerakkan tentaranya lebih jauh dari kota Moscow, Napoleon pun menyuruh Grande Armée berbalik dan bersiap untuk kembali pulang.
Namun, di saat mereka sudah bersiap untuk pulang, Grande Armée diserang secara bertahap oleh unit kecil dari tentara Rusia yang terus mobile. Bencana kelaparan pun terjadi karena jalur suplai mereka diputus, dan semakin diperparah dengan musim dingin yang brutal. Pada saat itu, hanya sepertiga dari Grande Armée yang berhasil "selamat" dari wilayah Rusia.