Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bukan Jabal Sawda, Ini 5 Gunung Tertinggi di Arab Saudi yang Terbaru!
ilustrasi gunung tertinggi di Arab Saudi (commons.wikimedia.org/IbrahimKumar)
  • Data terbaru menunjukkan Jabal Ferwa dengan ketinggian sekitar 3.009 meter kini dinyatakan sebagai gunung tertinggi di Arab Saudi, menggantikan posisi Jabal Sawda.

  • Pengukuran ulang menggunakan teknologi GPS modern oleh Eric dan Matthew Gilbertson, membuktikan akurasi baru terhadap data ketinggian pegunungan di wilayah Asir.

  • Lima gunung tertinggi di Arab Saudi kini meliputi Jabal Ferwa, Jabal Sawda, Jabal Natfa, Jabal Warrab, dan Jabal Al-Majaz yang semuanya berada di jajaran Pegunungan Sarawat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini, banyak orang mengira bahwa Jabal Sawda adalah puncak tertinggi di tanah Arab Saudi. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa predikat tersebut sebenarnya dipegang oleh gunung lain yang tak kalah megah dan menantang untuk ditaklukkan. Arab Saudi ternyata menyimpan deretan pegunungan spektakuler yang menawarkan pemandangan awan.

Secara saintifik, pegunungan tinggi yang ada di Arab Saudi dipengaruhi oleh aktivitas tektonik di sepanjang Lempeng Arab yang menciptakan struktur batuan granit dan basal yang kokoh. Dari sudut pandang geospasial, pengukuran ulang menggunakan menggunakan teknologi radar modern ataupun GPS telah menggeser paradigma lama mengenai urutan gunung-gunung tertinggi di wilayah tersebut. Berikut ini daftar lima gunung tertinggi di Arab Saudi.

1. Jabal Al-Majaz

ilustrasi Jabal Al-Majaz (commons.wikimedia.org/Prof. Mortel)

Jabal Al-Majaz memiliki ketinggian 2.902 meter di atas permukaan laut dan memiliki peran penting sebagai salah satu dari lima puncak tertinggi di Arab Saudi. Berada di deratan Pegunungan Sarawat, Provinsi Asir, memberikan kontribusi besar terhadap keanekaragaman lanskap geografis di Arab Saudi. Dilansir laman WorldAtlas, Jabal Al-Majaz berada di dekat perbatasan Yaman menjadikannya salah satu titik koordinat penting dalam pemetaan dataran tinggi di wilayah selatan semenanjung Arab. Sebagai bagian dari ekosistem pegunungan yang unik, puncak gunung ini menawarkan karakteristik alam yang kontras dengan citra gurun pasir Arab Saudi pada umumnya. Al-Majaz dikenal dengan vegetasinya yang hijau dan fenomena kabut yang sering menyelimuti area pegunungan. Hal ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu zona ekologi paling subur dan sejuk di wilayah tersebut.

 

2. Jabal Warrab

ilustrasi Jabal Warrab (commons.wikimedia.org/Prof. Mortel)

Jabal Warrab sebagai salah satu representasi kemegahan topografi Arab Saudi, menempati posisi keempat sebagai puncak tertinggi di Arab Saudi yaitu 9.672 kaki setara dengan 2.948 meter. Terletak di wilayah Pegunungan Asir yang subur, gunung ini merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Sarawat yang membentang di semenanjung Arab.  Jabal Warrab bukan sekadar angka dalam daftar ketinggian geografi, melainkan bagian dari identitas lingkungan di selatan Arab Saudi. Sebagai puncak yang menantang dengan karakteristik visual yang mencolok, gunung ini memiliki potensi besar dalam minat khusus dan studi geologi.

3. Jabal Natfa

ilustrasi Jabal Natfa (commons.wikimedia.org/Richard Mortel)

Jabal Natfa salah satu mercusuar alam Arab Saudi yang menonjol, menempati peringkat sebagai puncak tertinggi ketiga di Arab Saudi. Gunung ini memiliki ketinggian mencapai 9.728 kaki atau setara dengan 2.965 meter. Terletak di sebelah barat Al-Harjah, gunung ini merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Sarawat yang mendominasi wilayah Asir. Bersama dengan puncak-puncak ikonik lainnya seperti Jabal Sawda dan Jabal Ferwa, Jabal Natfa mempertegas karakteristik geografis wilayah selatan yang didominasi oleh dataran tinggi yang luas dan tangguh. Daya tarik utama dari Jabal Natfa terletak pada formasi tebingnya yang curam dan dramatis, menjadikannya salah satu titik terbaik bagi para fotografer lanskap internasional untuk mengabadikan keindahan alam semenanjung Arab.

4. Jabal Sawda

ilustrasi Jabal Sawda (commons.wikimedia.org/marviikad)

Eric dan Matthew Gilbertson merupakan saudara kembar sekaligus pendaki dan peneliti melakukan verifikasi ulang titik-titik tertinggi di berbagai negara. Dilansir laman The New York Times, mereka menggunakan teknologi GPS canggih untuk melakukan pengukuran presisi gunung yang ada di Arab Saudi, salah satunya mengenai klaim ketinggian Jabal Sawda. Mereka menemukan bahwa Jabal Ferwa sebenarnya memiliki elevasi yang lebih tinggi daripada Jabal Sawda, sebuah fakta yang sempat memicu perdebatan di kalangan otoritas lokal dan komunitas pendaki internasional. Meskipun Jabal Sawda telah lama diklaim sebagai gunung tertinggi, hal ini menunjukkan bahwa banyak data geografis di dunia masih bersumber pada metode lama yang kurang akurat dibandingkan dengan teknologi satelit saat ini. Diketahui ketinggian Jabal Sawda saat dilakukan pengukuran ulang sekitar 3.007 meter dengan tingkat akurasi kurang lebih 0,3 meter.

5. Jabal Ferwa

ilustrasi Jabal Ferwa (commons.wikimedia.org/Richard Mortel)

Berdasarkan video dokumentasi ekspedisi yang dilakukan Matthew dan Eric Gilbertson saat mencapai puncak Jabal Ferwa, mereka meyakini bahwa Ferwa sebagai titik tertinggi di Arab Saudi. Dengan menggunakan peralatan GPS profesional, yaitu sistem Trimble Geo 7X, mereka melakukan pengukuran presisi untuk menentukan ketinggian akurat gunung tersebut. Mereka memperkirakan ketinggian Jabal Ferwa di angka sekitar 3.009 meter di atas permukaan laut. Pengukuran mereka menegaskan bahwa Jabal Ferwa ternyata lebih tinggi dibandingkan Jabal Sawda yang selama ini dianggap puncak tertinggi.

Pergeseran status puncak tertinggi dari Jabal Sawda ke Jabal Ferwa menjadi bukti bahwa teknologi pemetaan modern seperti GPS mampu mengungkap fakta geografi yang lebih akurat. Meskipun Jabal Sawda telah lama melekat dalam ingatan publik sebagai gunung tertinggi di Arab Saudi, data terbaru memberikan perspektif baru bagi para pendaki dan pencinta alam mengenai peta dan pegunungan di wilayah Asir. Perubahan ini memberikan warna baru bagi ilmu pengetahuan dan fakta tentang pegunungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team