Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kucing (unsplash.com/Mikhail Vasilyev)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Mikhail Vasilyev)

Intinya sih...

  • Perubahan lingkungan secara mendadak dapat membuat kucing merasa kehilangan rasa aman dan sulit beradaptasi.

  • Suara bising dan aktivitas berlebihan rentan mengganggu ketenangan kucing serta membuatnya mudah merasa tertekan.

  • Kurangnya ruang pribadi dan perubahan rutinitas harian juga dapat memicu stres pada kucing serta menurunkan kualitas hidupnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing dikenal sebagai hewan yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan juga Perlakuan di sekitarnya. Pada saat mereka merasa tidak nyaman atau terancam, maka kucing pun langsung mengalami stres yang berdampak terhadap perilaku dan juga kondisi kesehatannya.

Stres pada kucing kerap kali tidak disadari karena memang gejalanya mungkin terlihat sepele, seperti bersembunyi atau berubah menjadi lebih agresif. Oleh sebab itu, simaklah beberapa hal berikut ini yang bisa menyebabkan kucing stres dan perlu diwaspadai oleh pemiliknya.

1. Perubahan lingkungan secara mendadak

ilustrasi kucing (unsplash.com/Mikhail Vasilyev)

Pindah rumah, renovasi, atau perubahan tata letak ruangan ternyata akan rentan membuat kucing merasa kehilangan rasa aman dari sebelumnya. Kucing memerlukan waktu untuk bisa beradaptasi karena mereka biasanya sangat mengandalkan soal kebiasaan dan juga wilayah yang terasa familier.

Lingkungan yang mengalami perubahan secara tiba-tiba justru bisa memicu kecemasan berlebih karena kucing sulit untuk mengenali area di sekitarnya. Kondisi ini juga kerap membuat kucing menjadi lebih waspada, mudah terkejut, hingga enggan untuk berinteraksi.

2. Suara bising dan aktivitas berlebihan

ilustrasi kucing (unsplash.com/A S)

Suara keras seperti petir, kembang api, atau kebisingan yang berasal dari alat elektronik ternyata bisa rentan mengganggu ketenangan kucing. Indra pendengaran kucing ternyata sangat sensitif, sehingga suara yang keras justru membuatnya merasa terancam.

Aktivitas rumah yang terlalu ramai juga rentan membuat kucing jadi mudah merasa tertekan, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri. Jika tidak memiliki tempat yang aman untuk bersembunyi, maka kucing pun akan rentan mengalami stres yang berkepanjangan.

3. Kurangnya ruang pribadi

ilustrasi kucing (unsplash.com/Pacto Visual)

Kucing pada umumnya memerlukan ruang pribadi untuk bisa beristirahat dan menenangkan diri dari rutinitas yang dilakukannya. Interaksi yang terlalu sering atau dipaksakan justru akan membuat kucing jadi mudah mengalami stres karena merasa terpojok atau tidak memiliki batasan.

Pada saat ruang pribadi kucing terganggu, maka kucing pun akan menunjukkan tanda-tanda stres seperti mendesis atau menghindar. Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan antara kucing dan pemiliknya apabila dibiarkan terus-menerus.

4. Perubahan rutinitas harian

ilustrasi kucing (unsplash.com/Tran Mau Tri Tam ✪)

Perubahan jadwal makan, waktu bermain, atau kebiasaan pemilik ternyata sangat rentan memengaruhi kestabilan pada emosi kucing. Kucing biasanya akan cenderung merasa aman dengan rutinitas yang konsisten dan terprediksi, sehingga membuatnya lebih nyaman dan tidak merasa terancam.

Rutinitas yang sering mengalami perubahan justru bisa menimbulkan adanya kebingungan dan juga kecemasan berlebih pada kucing. Ternyata dalam jangka panjang, justru hal ini akan berisiko memicu adanya gangguan perilaku dan bahkan menurunkan kualitas hidup kucing secara signifikan.

Stres pada kucing memang bisa dipicu oleh berbagai hal yang seringkali dari perhatian pemiliknya. Justru dengan memahami faktor penyebab yang ada, maka bisa menciptakan kondisi lingkungan yang stabil dan nyaman. Dengan memahami faktor penyebabnya, maka kucing bisa hidup dengan lebih tenang nyaman dan sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team