potret salah satu spesies kumbang pembom atau bombardier beetle (commons.wikimedia.org/Peter Halasz)
Kumbang pengebom atau dalam bahasa Inggris bombardier beetle ini benar-benar menghidupi namanya. Percaya atau tidak, kumbang ini memiliki "senjata rahasia", yaitu menembakkan cairan kimia panas yang dapat membunuh serangga lain. Dilansir National Geographic, cairan yang ditembakkan kumbang ini bahkan dapat melukai kulit manusia.
Cairan yang ditembakkan bombardier beetle memiliki suhu tinggi yang mencapai 100 derajat Celcius. Tak hanya bersuhu tinggi, kumbang ini juga menembakkan cairan yang disebut sebagai bom kimia ini dengan kecepatan mencapai 35 km per jam. McGill University melansir bahwa hewan ini mampu menembakkan bom kimia sebanyak dua puluh kali sebelum kehabisan amunisi.
Bom kimia tersebut terbuat dari campuran bahan kimia dan enzim dari dua kelenjar berbeda di tubuh kumbang. Kelenjar yang satu mengandung hidrogen peroksida dan hidrokuinon, sementara kelenjar lainnya mengandung enzim katalase dan peroksidase.
Tepat sebelum ditembakkan dari ujung tubuhnya, kumbang dengan cepat mencampurkan bahan-bahan tersebut. Campuran ini menghasilkan oksigen yang kemudian bereaksi dengan hidrokuinon dan menghasilkan benzokuinon yang eksotermik.
Menghasilkan listrik, menembak jitu dari media air ke udara, dan menghasilkan cairan kimia dengan suhu didih merupakan kemampuan mengagumkan yang sekaligus sulit dipercaya. Kemampuan bertahan hidup unik ini tentu menjadi salah satu bukti kemahakuasaan sang pencipta yang menambah kekayaan alam dunia.