Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bunglon
Bunglon (commons.wikimedia.org/Andrinivo)

Intinya sih...

  • Trenggiling memiliki lidah panjang yang kuat untuk menangkap semut dan rayap di rongga dalam tubuhnya.

  • Salamander menggunakan lidahnya yang panjang hingga 80% dari panjang tubuhnya untuk menarik mangsa ke dalam mulut mereka.

  • Burung woodpecker memiliki lidah sangat panjang yang terselip di dalam paruh besar mereka untuk mencari larva kumbang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pasti pernah lihat cecak menangkap mangsanya dengan menjulurkan lidahnya kan. Cecak melakukan itu dengan gerakan cepat, lalu menempelkan mangsanya di lidah. Sebab, cecak mempunyai lendir kental di ujung lidahnya sebagai perekat kuat. Hewan yang biasanya jadi korban cecak: nyamuk, lalat dan jangkrik.

Dari puluhan ribu spesies hewan di dunia binatang, ada beberapa hewan yang memanfaatkan lidahnya untuk menangkap mangsa. Jadi list kali ini, gak sebatas membahas cecak saja ya. Pastikan kamu membaca artikel ini karena ulasannya seru abis.

1. Trenggiling

Trenggiling (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Headquarters)

Terdapat 8 spesies trenggiling genusnya bernama manis, termasuk dalam famili manidae dan tersebar di seluruh Asia dan Afrika. Trenggiling mempunyai ciri khas berupa sisik yang keras dan saling tumpang tindih serta mampu menggulung dirinya dengan cepat menjadi bola.

Trenggiling memiliki lidah sangat panjang terlihat saat ia menjulurkannya. Lidahnya menempel di dekat panggul dan sepasang tulang rusuk. Lidahnya berotot dan memiliki daya rekat cukup kuat untuk mengikat semut dan rayap di rongga dalam. Trenggiling menutup kekurangannya, penglihatan buruk dengan penciuman kuat, kemudian menggunakan lidahnya.

2. Salamander

Salamander (commons.wikimedia.org/Alex Karasoulos)

Untuk menangkap mangsa, salamander menjulurkan lidahnya dan menarik mangsanya kembali ke dalam mulut mereka yang menganga. Cara salamander efektif banget karena lidahnya dapat memanjang hingga 80 persen dari panjang tubuh salamander sendiri untuk menangkap berbagai mangsanya: serangga, cacing, siput dan krustasea.

Salamander adalah amfibi yang tidak memiliki sisik dan tak mempunyai cakar pada kaki. Seperti amfibi pada umumnya, salamander memiliki kemampuan untuk menyerap oksigen dan air. Salamander ditemukan di sebagian belahan dunia seperti Amerika, Eropa dan Asia tersebar di banyak jenis habitat.

3. Burung woodpecker

Burung woodpecker (commons.wikimedia.org/Jocelyn Anderson)

Dilansir abcbirds.org, di dalam mulut woodpecker tersembunyi lidah yang terselip di dalam paruh besar mereka. Kerennya lagi, woodpecker diberkahi lidah sangat panjang untuk membantunya menjangkau jauh ke dalam celah untuk mencari larva kumbang. Woodpecker memiliki lebih dari 200 spesies dan tersebar ke seluruh dunia.

Lidah woodpecker ditopang oleh tulang hyoid yang terletak di lubang hidung dan paruh atas burung. Ketika otot-otot di sekitar tulang hyoid berkontraksi, lidah menjulur ke depan. Lidah burung sangat panjang sehingga perlu dililitkan di bagian belakang otaknya. Ini juga diperlukan agar otak sang burung terhindar dari cidera.

4. Katak

Katak (commons.wikimedia.org/Rabbi Mendl)

Australian geographic menyebut, peneliti mengungkap bahwa lidah katak dapat mencengkram mangsanya dengan perekat tipis yang membuat hewan seperti serangga kewalahan. Katak juga menggunakan jenis air liur yang unik dikombinasikan dengan lidah sangat lembut untuk mencengkram mangsa.

Peneliti menemukan bahwa air liur katak berubah dari encer menjadi kental dan lengket lebih tebal daripada madu saat menangkap mangsa. Katak adalah amfibi yang adaptif karena katak berganti kulit seminggu sekali. Setelah kulit lama terlepas, katak akan memakannya. Suara yang dikeluarkan katak jantan adalah untuk memanggil betina.

5. Bunglon

Bunglon (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Bunglon adalah reptil termasuk dalam ordo squamata dikenal karena kemampuannya mengubah warna kulit untuk berkamuflase menipu mangsa maupun predator. Alasan lain untuk berkamuflase karena suasana hatinya yang berubah, perubahan suhu dan kelembapan lingkungan sang bunglon.

Bunglon bisa melakukan serangan cepat karena memiliki otot khusus bernama hyoglossus dan akselerator untuk mendorong lidahnya keluar dengan kecepatan hingga 50 milidetik. Lidahnya sekitar 2,5 panjang tubuh bunglon dapat menangkap jangkrik, belalang bahkan burung kecil. Mangsanya terperangkap di lidah yang melengket.

Melalui artikel ini, saya membawa kamu untuk menjelajahi alam liar karena kelima hewan tersebut hidup di alam bebas yang jauh dari pemukiman manusia. Jadi gak hanya melihat cecak yang menjulurkan lidahnya di skala perumahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team