Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Hewan yang Paling Suka Menyendiri, Tidak Takut Kesepian
ilustrasi orangutan (pexels.com/David Gonzales)
  • Beruang, sloth, platipus, badak hitam, wolverine, koala, dan orangutan merupakan hewan yang suka hidup menyendiri.
  • Mereka hanya bertemu sesama spesiesnya untuk berkembang biak dan membesarkan anak-anaknya.
  • Hidup menyendiri membuat mereka kurang terlihat oleh pemangsa dan lebih mudah mendapatkan sumber daya makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sama seperti manusia, sebagian hewan senang berteman, berkelompok, atau menghabiskan hidup dengan pasangannya, sementara sebagian lain lebih suka menyendiri. Namun, bukan berarti hewan penyendiri ini kesepian, sedih, melankolis, atau tertekan. Lebih tepatnya, mereka bertahan hidup sebagai individu yang mandiri.

Saking penyendirinya, beberapa hewan hanya bertemu dengan sesama spesiesnya untuk kawin, lalu melanjutkan hidupnya sendiri. Apa sajakah hewan tersebut? Berikut adalah beberapa hewan yang paling suka menyendiri.

1. Beruang

ilustrasi beruang (pixabay.com/raincarnation40)

Semua spesies beruang, dari beruang kutub hingga grizzly, suka hidup menyendiri. Menurut Animal Wised, sudah menjadi sifat alami mereka untuk menyendiri dan mereka adalah karnivora paling penyendiri di dunia.

Dibanding ditemani beruang lain, beruang lebih suka ditemani pohon atau hamparan es. Mereka hanya bertemu beruang lain untuk berkembang biak. Kendati demikian, induk beruang menghabiskan banyak waktu dengan anak mereka.

2. Sloth

ilustrasi sloth (pixabay.com/minkewink)

Sloth dikenal sebagai hewan yang bergerak lambat. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya menyendiri di atas pohon.

Diterangkan A-Z Animals, sloth mampu menghabiskan hingga 15 jam sehari untuk tidur. Mereka mencari makan dengan memakan daun dari pohon.

Di atas puncak pohon, sloth telah beradaptasi dengan kehidupan terpencil mereka. Bulu lebat mereka membantu sloth tetap tersembunyi di dahan pohon. Dengan jumlah pemangsa yang sedikit dan jauh, mereka tidak perlu bergantung pada individu lain untuk perlindungan dari kawanan atau kelompok.

3. Platipus

platipus (commons.wikimedia.org/Rainbow606)

Platipus merupakan hewan semi-akuatik asli Australia. Mereka memiliki penampilan fisik yang sangat unik. Hewan mandiri ini mempunyai kaki berselaput seperti bebek dan ekor berbentuk dayung, seperti berang-berang.

Platipus adalah hewan soliter yang menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian atau dalam kelompok kecil, dikutip dari A-Z Animals. Platipus lebih suka berburu sendirian. Gaya hidup menyendiri membantu mereka menghindari persaingan untuk mendapatkan makanan. Terkadang, mereka bergabung dengan platipus lain untuk perlindungan terhadap pemangsa.

4. Badak hitam

ilustrasi badak hitam (pixabay.com/RonPorter)

Badak hitam berukuran lebih kecil dari badak putih dan mampu bergerak dengan lebih lincah. Mereka adalah hewan pemalu dan penyendiri, tetapi dapat menunjukkan serangan agresi yang cukup besar. Badak hitam lebih suka hidup menyendiri, kecuali saat berkembang biak dan membesarkan anak-anaknya.

Sayangnya, menurut Animal Corner, badak hitam menjadi salah satu hewan paling terancam punah. Alasannya, hewan ini diburu untuk diambil culanya yang dipercaya mengandung khasiat obat. Akibatnya, tersisa kurang dari 2.550 badak hitam yang hidup saat ini.

5. Wolverine

ilustrasi wolverine (pixabay.com/Manfred Antranias Zimmer)

Wolverine merupakan mamalia yang sangat soliter. Mereka memiliki fisik sangat unik, yang terlihat seperti persilangan antara beruang dan anjing. Meskipun begitu, dilansir Animal Wised, wolverine sebenarnya adalah mustelida, bagian dari keluarga musang.

Wolverine benar-benar lebih suka hidup sendiri, bahkan secara aktif mengusir makhluk apa pun yang mendekati mereka. Wolverine diketahui menempati wilayah yang luas dan mempertahankannya mati-matian. Tidak mengherankan jika wolverine memilih hutan Kanada dan Alaska yang luas dan liar sebagai rumah mereka. Ini memberi mereka banyak ruang untuk berkeliaran sendirian dan sangat sedikit peluang untuk bertemu dengan wolverine lain.

6. Koala

ilustrasi koala (unsplash.com/Ellicia)

Koala adalah hewan berkantung asli Australia. Hewan menggemaskan ini sering ditemukan tidur di pohon kayu putih, dan mereka menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian.

Koala tidak membentuk ikatan yang erat dengan koala lainnya, dikutip dari Animal Corner. Koala jantan dan betina hanya berkumpul untuk kawin. Setelah kawin, induk koala akan mengasuh keturunannya sendiri.

7. Orangutan

ilustrasi orangutan (pexels.com/David Gonzales)

Orangutan adalah spesies primata besar yang paling penyendiri. Orangutan dewasa jarang berinteraksi satu sama lain.

Mereka tinggal di hutan lebat dan lebih suka menghabiskan hidupnya sendiri dengan bergelantungan di pepohonan, tempat mereka beristirahat. Satu-satunya momen mereka akan berinteraksi dengan orangutan lain adalah saat waktunya untuk kawin, dikutip dari Fauna Facts.

Sama seperti manusia, bagi hewan-hewan di atas, hidup menyendiri terasa lebih menyenangkan dan menguntungkan. Misalnya, dengan hidup menyendiri, hewan-hewan tersebut tidak perlu berbagi sumber daya dan makanan dengan hewan lain. Hidup menyendiri juga membuat mereka kurang terlihat oleh pemangsa daripada hidup berkelompok.

FAQ seputar hewan yang suka menyendiri

Mengapa ada hewan yang lebih suka hidup menyendiri daripada berkelompok?

Strategi ini biasanya dipilih untuk meminimalkan persaingan dalam mencari makanan dan wilayah kekuasaan. Selain itu, hidup menyendiri membantu mereka agar tidak mudah terdeteksi oleh predator karena tidak ada pergerakan kelompok yang mencolok.

Bagaimana cara macan tutul menjaga jarak dengan sesamanya?

Macan tutul adalah hewan teritorial yang sangat tertutup. Mereka menandai wilayah kekuasaannya dengan urine dan bekas cakar pada pohon untuk memberi tahu macan tutul lain agar tetap menjauh. Mereka hanya bertemu lawan jenis saat akan bereproduksi.

Apa keuntungan bagi kura-kura raksasa hidup menyendiri?

Bagi kura-kura, hidup menyendiri memungkinkan mereka untuk fokus pada pencarian sumber makanan yang terbatas di habitat aslinya tanpa harus berebut dengan banyak individu lain, yang sangat penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang mereka yang lambat.

Editorial Team