ilustrasi anjing laut (pexels.com/Marije Kouyzer)
Selain lumba-lumba, anjing laut juga tidak bisa mengecap rasa manis dari makanan yang ia konsumsi. Ini terjadi karena ada perubahan pada sistem pengecap mereka selama proses evolusi di lingkungan laut. Hal tersebut sejalan dengan studi yang terbit dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada tahun 2012, yang menemukan bahwa beberapa spesies anjing laut kehilangan fungsi reseptor rasa manis.
Gen yang biasanya berperan dalam mendeteksi rasa manis, yaitu T1R2, tidak lagi berfungsi dengan baik. Akibatnya, anjing laut tidak dapat merasakan makanan manis seperti manusia atau sebagian mamalia darat. Kondisi ini merupakan adaptasi karena mereka lebih banyak mengonsumsi makanan berbasis daging di laut.
FYI, selain lumba-lumba, kelompok cetaceans lain, termasuk paus, juga tidak dapat merasakan rasa manis karena keterbatasan pada gen reseptor T1R2. Kemudian, selain anjing laut, singa laut pun juga mengalami hal serupa sehingga kemampuan mengecap rasa manisnya tidak berfungsi. Setelah mengetahui fakta di atas, menurutmu, apakah gen reseptor rasa manis itu penting untuk hewan?