jam di lorong stasiun (unsplash.com/Jan Huber)
Apakah perjalanan waktu dimungkinkan? Entahlah, yang jelas hal ini masih dalam ranah perdebatan. Namun, secara teori, perjalanan waktu memang dimungkinkan selama semua variabel yang ada dapat tergenapi sempurna.
Ada banyak pengujian dan fakta di lapangan yang bisa mendukung argumentasi mengenai perjalanan waktu. Salah satunya adalah uji coba menempatkan dua orang astronaut kembar di luar angkasa dengan pergerakan yang sangat cepat.
Laman Space menyebutkan bahwa astronaut pertama (Scott Kelly) menghabiskan waktu selama 520 hari di orbit dengan kecepatan 28 ribu kilometer per jam. Sementara itu, saudara kembarnya, astronaut kedua (Mark Kelly) ditempatkan di luar angkasa selama 54 hari. Nah, perbedaan kecepatan waktu yang terjadi ketika mereka berada di orbit dan luar angkasa telah melebarkan jarak usia mereka.
Awalnya Mark hanya memiliki jarak 6 menit lebih tua dibandingkan dengan Scott. Setelah uji coba tersebut, usia Mark kini menjadi 6 menit 5 milidetik lebih tua dibandingkan dengan Scott. Memang terlihat sangat kecil, tapi ketika itu dijalankan dengan kecepatan yang tinggi mendekati kecepatan cahaya (300 ribu km per detik), usia mereka berdua bisa selisih tahun dan bahkan puluhan tahun.